Lombok Tengah (ANTARA) - Tim SAR gabungan menemukan jenazah seorang petani bernama Ama One (67) yang terseret arus banjir di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari ketiga," kata Koordinator Lapangan Pos SAR Bima Ryonda Aryan Murbantoko di Bima, Sabtu.

Ia mengatakan peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (12/2) sore, korban bernama Ama One sedang dalam perjalanan pulang dari ladang menuju rumahnya di Dusun Mangge Dalam.

"Saat mencoba menyeberangi aliran sungai yang meluap akibat hujan lebat, korban terseret arus banjir yang sangat kuat dan dinyatakan hilang sejak saat itu," katanya.

Baca juga: Hari Kedua, Tim SAR sisir Sungai Melau Lombok Tengah cari warga terseret arus

Upaya pencarian dibagi menjadi dua tim, tim 1 melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai, sementara tim 2 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di area genangan bendungan.

Memasuki hari ketiga pencarian, pada siang, tim SAR gabungan menemukan tubuh korban mengapung di area Dam Sumi.

"Jenazah ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian," ujarnya.

Baca juga: Banjir terjang Dompu, ratusan rumah terendam, makam jebol hingga jenazah terseret arus

Setelah ditemukan, korban dievakuasi menggunakan perahu karet dan diserahterimakan kepada pihak keluarga di rumah duka, Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa.

Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Personel Pos SAR Bima, Sat PolAirud Bima Kota, Potensi SAR Bima dan BPBD Kabupaten Bima,Tagana Kabupaten Bima, Polsek Lambu dan Babinsa, serta pihak keluarga dan masyarakat setempat.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati saat melakukan aktivitas," katanya.

Baca juga: Banjir bima putuskan akses dan tewaskan anak
Baca juga: Kadus di Lombok Tengah hilang terseret arus saat memancing
Baca juga: Tim SAR evakuasi korban terseret arus banjir di Lombok Tengah



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026