"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi yang ikut mengawasi tata kelola anggaran BPPD. Kami terbuka dan menyambut baik bahwa program kami harus selaras dengan target pemerintah provinsi dalam menjadikan NTB sebagai destinasi p

Mataram (ANTARA) - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB), Sahlan M Saleh, menegaskan pihaknya mendukung langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pengelolaan anggaran pariwisata sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang baik dan transparan.

Sahlan mengatakan, BPPD NTB terbuka terhadap pengawasan yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, terutama untuk memastikan seluruh program promosi berjalan sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi yang ikut mengawasi tata kelola anggaran BPPD. Kami terbuka dan menyambut baik bahwa program kami harus selaras dengan target pemerintah provinsi dalam menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata mendunia," kata Sahlan di Mataram, Kamis.

Ia menjelaskan, besaran anggaran sekitar Rp1 miliar yang selama ini menjadi perhatian publik tidak seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan promosi pariwisata. 

Menurut Sahlan, anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan operasional lembaga sehingga porsi promosi harus dibagi secara proporsional.

Karena itu, BPPD NTB menerapkan strategi kolaboratif dengan melibatkan pelaku industri pariwisata dan berbagai mitra untuk memaksimalkan promosi destinasi unggulan di NTB.

"Perlu dipahami, di dalam anggaran itu juga terdapat biaya operasional kantor, sehingga porsi untuk promosi terbagi. Karena itu, kami harus menyiasati dengan strategi kolaboratif, termasuk melibatkan mitra dari industri pariwisata," ujarnya.

Sahlan menilai pendekatan kolaboratif menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga performa sektor pariwisata NTB di tengah keterbatasan anggaran promosi. 

Ia optimistis target kunjungan 3 juta wisatawan ke NTB tetap dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, BPPD juga menargetkan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah melalui sektor pariwisata.

"Kami tetap optimistis target 3 juta wisatawan dapat tercapai, dengan dampak ekonomi yang diharapkan tidak kurang dari Rp4 triliun per tahun bagi daerah," katanya.

Menurut Sahlan, pengawasan terhadap lembaga promosi pariwisata merupakan hal yang wajar dan penting. Namun, ia berharap kebijakan pemerintah tetap memberikan ruang yang seimbang agar fungsi strategis BPPD dalam mendukung promosi daerah dapat berjalan optimal.

"Bagi kami, pengawasan itu penting. Namun perlu ada keseimbangan agar peran strategis BPPD tetap didukung secara optimal," ucapnya.

Dalam waktu dekat, BPPD NTB juga akan mengikuti agenda promosi internasional Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang berlangsung di Bali pada 27-30 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang promosi penting untuk memperluas pasar wisata NTB di tingkat global.

Selain mengikuti BBTF, BPPD NTB juga akan menggelar kegiatan familiarization trip (famtrip) Lombok-Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026 dengan menghadirkan buyer dan pelaku industri pariwisata dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa, Amerika, Afrika hingga Asia.

Melalui kegiatan tersebut, BPPD berharap potensi wisata Lombok dan Sumbawa semakin dikenal pasar internasional, terutama untuk wisata alam, sport tourism, budaya, hingga wisata bahari yang selama ini menjadi andalan NTB.

"Kami berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung kegiatan besar ini," ujar Sahlan.

Ia memastikan BPPD NTB akan tetap fokus pada program yang memiliki dampak terukur terhadap peningkatan daya saing pariwisata daerah. Menurut dia, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan nasional maupun internasional.

"Target kita sama, yakni meningkatkan daya saing pariwisata NTB. Karena itu, kami siap bersinergi dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026