Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi para relawan yang turut membantu kebutuhan para pengungsi korban banjir dan longsor saat meninjau dapur umum Kemensos di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis.
Aceh Tamiang merupakan salah satu titik yang sempat terisolir lantaran akses daratnya terputus dan belakangan baru bisa ditembus. Gus Ipul tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB disambut Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono yang sudah berada di kabupaten tersebut sejak Rabu (3/12).
"Terima kasih ya ibu-ibu semua sudah jadi relawan," ucap Mensos sambil menyapa para ibu yang memasak dan mencicipi masakan yang akan disajikan untuk warga setempat.
Dapur tersebut menyuplai kebutuhan makan pagi, siang, dan malam untuk korban bencana. Dalam sehari, total ada 6.000 porsi makanan yang disediakan. Per 1 Desember 2025, Kemensos telah mendirikan 28 dapur umum yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dapur-dapur ini memproduksi sekitar 100 ribu bungkus nasi per hari.
Gus Ipul juga mengemukakan, Kemensos terus berkoordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Pemda, serta para relawan untuk mengirimkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum.
"Kami dari Kemensos mengirim dukungan logistik dalam bentuk tenda, kasur, obat-obatan, dan makanan siap saji, serta menyelenggarakan dapur umum, dan lain sebagainya," paparnya.
Ia melanjutkan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah berkoordinasi untuk mengidentifikasi berbagai jenis bantuan prioritas yang dibutuhkan warga, di antaranya air bersih, aliran listrik, obat-obatan, pakaian, serta makanan.
Baca juga: Kemensos dampingi siswa korban ledakan di SMA 72 Jakarta
"Kemarin Pak Wamensos sudah koordinasi dengan PLN, bupati, Insyaallah mudah-mudahan besok atau hari ini (listrik) sudah bisa dialirkan," ucap Gus Ipul.
Hingga kini, banjir yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai surut dan jalur darat sudah bisa dilalui kendaraan. Gus Ipul menegaskan, Kemensos akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan bantuan alat berat agar dapat membersihkan sisa lumpur dan puing-puing longsor.
Baca juga: Meraih mimpi di SR untuk memperbaiki ekonomi keluarga
"Ini memang memerlukan waktu dan kerja keras. Kita juga sedang berusaha memobilisasi alat berat dari berbagai titik yang dimungkinkan untuk bisa segera masuk ke Aceh Tamiang ini. Saya kira ini adalah kerja-kerja bersama, kita terus berusaha untuk bisa menjangkau seluruh warga yang memang memerlukan bantuan logistik," ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Bupati Aceh Tamiang yang telah bergotong royong menghadapi bencana.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang juga ikut membantu, berpartisipasi, dan menciptakan suasana yang kondusif. Kesabaran dari masyarakat dan warga ini patut kita apresiasi," tuturnya.
Menurutnya, pemerintah daerah, khususnya bupati, meski sama-sama dalam keadaan tertimpa bencana, juga sudah bekerja siang malam untuk membantu warga yang terdampak.