Denpasar (ANTARA) - Provinsi Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Super Flu atau influenza A (H3N2) subclade K hingga tingkat terbawah yaitu puskesmas. 

“Di Bali sementara ini kita masih aman, tapi tentu kewaspadaan kita tetap ada untuk Super Flu dan kami sudah merapatkan barisan dengan kabupaten/kota untuk kewaspadaan sampai di tingkat puskesmas,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti.

Raka Susanti di Denpasar, Jumat, mengatakan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan Super Flu, Dinkes Bali terus melakukan pemantauan lewat sistem kewaspadaan dini respons (SKDR).

Ketika SKDR melaporkan adanya peningkatan kasus influenza di fasilitas kesehatan, maka dinas kesehatan akan melakukan antisipasi dengan memverifikasi, menyelidiki epidemiologi, dan turun ke wilayah kerja masing-masing, jika dicurigai dapat dilakukan uji lab.

Namun Raka Susanti mengingatkan tidak semua kasus influenza adalah Super Flu, bisa jadi flu biasa akibat perubahan musim dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Bali sendiri ia akui sebagai daerah yang rawan terkena penularan Super Flu karena daerah pariwisata yang didatangi banyak orang dari beragam wilayah.

Namun tak bisa dipastikan jalur mana saja yang rawan, sebab influenza tipe A ini menyebar begitu cepat melalui droplet udara sehingga tak menutup kemungkinan terjadi di kabupaten yang jauh sekalipun.

“Yang menjadi langkah antisipasi kami, kami bekerja sama dengan Balai Badan Karantina Kesehatan (BBKK) di pintu masuk yang akan memeriksa suhu sebab salah satu gejalanya peningkatan suhu,” ujar Raka Susanti.

Baca juga: Beware, Indonesia increases surveillance against "super flu"

Kepada masyarakat, Dinkes Bali meminta agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, dan apabila merasa sakit atau ada keluhan flu atau batuk, sebaiknya menggunakan masker sehingga tidak berpotensi menularkan ke orang lain.

Kepada masyarakat yang bepergian jauh juga diminta menjaga kesehatan dan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai pasang pemindai suhu antisipasi flu

“Kemudian kalau misalnya sudah bergejala dan tidak sembuh dengan obat-obat yang biasa dikonsumsi di rumah agar segera ke fasilitas kesehatan sehingga cepat mendapatkan perawatan,” kata dia.

Di fase meningkatkan kewaspadaan ini, Kabid P2P itu memastikan Bali siap dari segi fasilitas kesehatan dalam memerangi Super Flu sebab sudah banyak pengalaman dan peralatan setelah COVID-19 lalu.

“Rumah sakit di Provinsi Bali sangat siap, kita memiliki 120 puskesmas, kemudian RSUD sudah ada semuanya di kabupaten/kota, rumah sakit swasta juga dan mudah dijangkau ya kalau di Bali, dibandingkan dengan provinsi lain yang kepulauan,” ucap Raka Susanti.


Pewarta : Ni Putu Putri Muliantari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026