Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat produksi gabah atau padi pada tahun 2025 mencapai 509 ribu ton.

"Kondisi ini membuat Lombok Tengah tetap produktif dalam pangan beras," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan luas lahan tanaman padi di Lombok Tengah mencapai 95 ribu hektare per tahun, baik itu musim tanam pertama, kedua dan ketiga, sehingga produksi gabah per tahun mencapai 509 ribu ton.

Sedangkan untuk luas tanam jagung mencapai 18 ribu hektare per tahun dan kedelai mencapai 5 ribu hektare per tahun.

"Artinya untuk kebutuhan pangan di Lombok Tengah tetap cukup dengan kebutuhan mencapai 180 ribu ton per tahun dengan jumlah penduduk satu juta jiwa," katanya.

Baca juga: TNI kawal pembelian gabah petani di wilayah Lombok Tengah

Ia mengatakan, dengan kondisi cuaca pada 2025 cukup baik, karena hujan tetap terjadi, mengakibatkan produksi gabah di Lombok Tengah mencapai target yang ditetapkan pemerintah.

"Artinya ada peningkatan produksi 4 persen bila dibandingkan dengan produksi gabah pada 2024. Juga Lombok Tengah ditetapkan menjadi daerah penyangga pangan nasional," katanya.

Ia mengatakan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di Lombok Tengah, pemerintah melaksanakan program optimasi lahan (Oplah) dengan luas tanam 2.500 hektare pada 2026.

Sementara itu, untuk jumlah luas baku sawah di Lombok Tengah mencapai 52 ribu hektare, di mana lahan tersebut ada yang tanam padi sekali, dua kali dan hingga tiga kali dalam setahun.

Oleh karena itu, program Oplah ini dilaksanakan untuk mendukung lahan yang biasanya tanam sekali bisa menanam padi dua kali.

"Untuk Program Oplah di Lombok Tengah 2025 mencapai 90 persen realisasinya," katanya.

Baca juga: Harga gabah di Lombok Tengah untungkan para petani
Baca juga: Harga gabah petani di Lombok Tengah turun