Lombok Tengah (ANTARA) - Jajaran Babinsa Kodim 1620/Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) melakukan langkah proaktif dengan mempercepat serapan gabah hasil panen petani pada musim tanam pertama 2026.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal oleh pemerintah dengan harga yang layak dan sesuai standar harga pembelian pemerintah," kata Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan, bahwa keterlibatan Babinsa dalam pengawalan serapan gabah ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional. 

Baca juga: Serapan gabah petani Lombok tengah dipacu capai 20 ribu ton

Mengingat saat ini wilayah Lombok Tengah tengah memasuki masa panen raya, momentum usai lebaran ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas stok beras.

"Kami turun langsung ke sawah dan tempat penggilingan untuk memotivasi petani agar menjual hasil panen ke Bulog. Hal ini penting agar rantai distribusi tetap terjaga dan harga di tingkat petani tidak dipermainkan oleh spekulan," ujarnya.

Menurutnya, dalam mengoptimalkan stok cadangan gabah, pihak Bulog Lombok Tengah menyambut baik kolaborasi ini. Dengan bantuan personel Babinsa yang memiliki kedekatan emosional dengan warga desa, proses sosialisasi mengenai standar mutu dan harga pembelian pemerintah (HPP) menjadi lebih efektif.

"Hingga saat ini, progres serapan gabah di wilayah Lombok Tengah menunjukkan tren positif. Beberapa poin utama dari percepatan serapan ini meliputi, stabilitas harga memastikan petani mendapatkan nilai ekonomi yang adil pasca lebaran," terangnya.

Baca juga: Babinsa kawal penyerapan gabah petani oleh Bulog di Lombok Tengah

Selain itu kelancaran distribusi bertujuan untuk mempercepat pengangkutan dari lahan petani menuju gudang Bulog sesuai kualitas gabah seperti kadar air sesuai standar nasional agar beras yang dihasilkan berkualitas tinggi.

"Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mencapai target serapan gabah secara bertahap, bertingkat dan berlanjut selama musim panen di tahun 2026," katanya.

Target penyerapan gabah petani oleh Bulog diproyeksikan mencapai 20 ribu ton pada musim pertama 2026.

"Kami melakukan pengawalan secara masif terhadap seluruh proses penyerapan gabah petani dari hulu hingga ke hilir oleh Bulog agar serapan ini berjalan maksimal khususnya di Wilayah Kabupaten Lombok Tengah," katanya.

Baca juga: Produksi gabah di Lombok Tengah 2025 capai 509 ribu ton

Baca juga: TNI kawal pembelian gabah petani di wilayah Lombok Tengah



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026