Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng, Bulog telah membentuk mitra di sejumlah pasar tradisional dan menjual Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, mengatakan, setiap hari Selasa Bulog menyalurkan Minyakita ke setiap mitra di pasar tradisional masing-masing 30 dus (satu dus berisi 12 bungkus dengan ukuran satu liter).
"Jumlah mitra di masing-masing pasar tradisional berbeda-beda yang jelas jumlahnya puluhan. Seperti di Pasar Kebon Roek ada sekitar 24-26 mitra," katanya.
Selain Pasar Kebon Roek, mitra Bulog untuk penjualan Minyakita juga ada di Pasar Mandalika, Pagesangan dan Pasar Sayang-Sayang. Dikatakan, pendistribusian minyak goreng Minyakita di pasar tradisional dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat akibat penyesuaian harga minyak goreng premium.
Harga minyak goreng premium paling murah kini menyentuh Rp23.000 per liter, sehingga dengan selisih harga Rp6.000-7.000 per liter, masyarakat tentu akan memilih Minyakita yang lebih ekonomis.
Terkait dengan itu untuk menjaga ketersediaan, Bulog kini membatasi pembelian Minyakita maksimal 2 liter per konsumen di tingkat mitra pasar.
Baca juga: Disdag Mataram optimis target retribusi pasar capai 80 persen
"Minyakita menjadi primadona di pasar tradisional, sehingga jika Selasa disalurkan Bulog, hari Rabu kadang stok di mitra sudah habis," katanya.
Sementara menyinggung tentang stok minyak goreng premium di sejumlah ritel modern, Sri mengatakan kekosongan stok terjadi akibat adanya penyesuaian harga dari pihak distributor yang membuat stok lama habis diserbu konsumen. Berdasarkan hasil pantauan dan koordinasi dengan pelaku ritel modern menyebutkan beberapa gerai seperti Alfamart dan Indomaret mengalami kekosongan stok karena masih menerapkan harga promo atau harga lama yakni sekitar Rp40.000 per dua liter.
Baca juga: Disdag: Pasar Rembiga jadi sentra penjualan ikan hias percontohan
Akibatnya, kemarin masyarakat berbondong-bondong membeli produk tersebut sebelum harga baru diberlakukan.
"Hari ini, harga baru diberlakukan menjadi Rp50.000 per dua liter dan stok kini sudah tersedia di ritel modern," katanya.
Diharapkan, tambah Sri, dengan adanya mitra Bulog di pasar tradisional dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan mendapatkan harga sesuai HET.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026