Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di perairan Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Satria Topan Primadi mengatakan potensi bibit 91S menjadi siklon tropis dalam 24 jam masuk kategori sedang.
"Sirkulasi siklonik terpantau berada di selatan Nusa Tenggara Barat telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 91S," ujarnya di Mataram, Kamis.
Ia menjelaskan dampak meteorologi masih berpotensi terjadi meski pergerakan bibit badai tropis tersebut cenderung ke arah selatan-tenggara menjauhi wilayah Nusa Tenggara Barat.
Keberadaan sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi atau pertemuan angin dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia yang meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Baca juga: Sejumlah perairan NTB masuk zona merah gelombang tinggi
Sirkulasi siklonik tersebut juga mendukung peningkatan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai juga peningkatan kecepatan angin, terkhusus di wilayah Nusa Tenggara Barat.
"Dampak Bibit Siklon tropis 91S berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut dengan kategori sedang 2,5-4 meter hingga kategori tinggi 4-6 meter di perairan utara maupun selatan NTB," kata Satria.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi akibat kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S tersebut.
Ia mengatakan antisipasi utama yakni menghindari aktivitas di laut, menyiapkan jalur evakuasi, dan meningkatkan koordinasi mitigasi bencana antar-instansi serta disiplin masyarakat dalam mengikuti arahan resmi menentukan upaya meminimalkan dampak bencana.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 97S picu cuaca ekstrem di NTB
Antisipasi dan tindakan disarankan BMKG dalam menghadapi cuaca ekstrem, yakni masyarakat pesisir menghindari aktivitas melaut, terutama nelayan dan kapal kecil, pemerintah daerah menyiapkan posko siaga bencana, jalur evakuasi, dan stok logistik darurat.
Selain itu, operator transportasi laut dan udara diminta menyesuaikan jadwal dan rute sesuai kondisi cuaca dan warga umum waspada terhadap potensi banjir dan longsor, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan atau angin kencang, sedangkan komunikasi publik harus terus dipantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial, dan siaran radio maupun televisi.
Baca juga: Waspada!! Peningkatkan cuaca ekstrem di NTB akibat gangguan atmosfer