Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan ketersediaan dan harga sejumlah bahan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman dan stabil menjelang masuknya bulan suci Ramadhan tahun ini.
"Meski ada fluktuasi pada komoditas hortikultura akibat faktor cuaca, secara keseluruhan stok bahan pokok masih aman dan stabil," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, NTB, Kamis.
Untuk stok beras, katanya, hasil koordinasi dan turun langsung ke gudang Bulog bersama pihak Bulog NTB, stok beras dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan.
Selain stok yang melimpah, harga beras di pasaran terutama beras premium sejauh ini terpantau masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp14.900 dan beras medium Rp13.000 per kilogram, tidak menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Baca juga: Harga bahan kebutuhan pokok di Mataram masih stabil
Akan tetapi, katanya, komoditas yang menjadi perhatian serius saat ini adalah cabai rawit karena akibat faktor cuaca buruk (hujan dan angin kencang), harga cabai rawit mulai merangkak naik.
Pada akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu, 24-25/1/2026), harga cabai masih berkisar Rp30.000-Rp35.000 per kilogram. Sementara, Kamis ini harganya melonjak hingga Rp65.000 per kilogram.
"Terkait dengan itu, kami segera melakukan survei lapangan lebih lanjut ke Pasar Pagesangan dan Pasar Mandalika untuk memantau penyebab pasti kenaikan serta dampaknya terhadap kebutuhan pokok lainnya," katanya.
Sementara, untuk komoditas daging dan telur di sejumlah pasar tradisional stok dan harga masih normal.
Baca juga: Wapres pantau harga bahan pokok di Pasar Kebon Roek Mataram
Berbeda dengan daerah lain yang sempat mengalami aksi mogok pedagang daging, kondisi di Kota Mataram terpantau kondusif.
Untuk harga daging sapi kualitas super masih stabil di angka Rp135.000 per kilogram, kemudian daging ayam berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sedangkan, telur ayam harga bervariasi antara Rp55.000 (ukuran sedang) hingga Rp58.000 (ukuran besar) per tray (satu tray isi 30 butir).
"Sedangkan, untuk kebutuhan lainnya, sejauh ini masih normal," katanya.
Terkait dengan itu, Sri mengimbau masyarakat tidak panik dan agar tetap tenang sebab meskipun konsumsi rumah tangga biasanya meningkat drastis saat Ramadhan, namun pemerintah berkomitmen untuk terus mengantisipasi lonjakan harga melalui pemantauan rutin dan koordinasi antarinstansi.
"Sejauh ini kondisi harga kebutuhan pokok masih stabil meskipun cuaca sedang ekstrem. Kami akan terus pantau, terutama menjelang seminggu sebelum Ramadhan di mana permintaan biasanya mulai tinggi," katanya.
Baca juga: Polisi awasi ketersediaan bahan pokok di Mataram jelang Lebaran 2025
Baca juga: Warga Mataram diimbau jadi konsumen cerdas dan tidak panik