Ankara (ANTARA) - Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Minggu (25/1) mengatakan negaranya 'tidak memiliki niat' untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana penerapan tarif 100 persen terhadap ekspor Kanada.

Carney menegaskan bahwa Ottawa tetap berkomitmen pada kewajibannya dalam Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA), serta tidak akan melanjutkan kesepakatan perdagangan apa pun tanpa melalui proses konsultasi.

Dalam unggahan di Truth Social, Sabtu, Trump menuduh Carney berupaya menjadikan Kanada sebagai “pelabuhan transit” bagi produk China. “Ia sangat keliru,” tulis Trump.

Ketegangan meningkat setelah Trump mencabut undangan Ottawa untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, dengan merujuk pada pidato Carney di World Economic Forum (WEF) yang memperingatkan bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara-negara besar.

Baca juga: Trump ancam tarif 100 persen ke Kanada kika bersekutu dagang dengan China

Meski sebelumnya Trump mendukung upaya Kanada untuk menjajaki hubungan dagang dengan China, pemerintahan AS kini memandang “kesepakatan awal” Ottawa dengan Beijing sebagai risiko terhadap keamanan perdagangan AS.

Kesepakatan yang diselesaikan pada 16 Januari itu memungkinkan masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif sebesar 6,1 persen.

Baca juga: Kanada jadikan NTB sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik

Sebagai imbalan, Beijing akan menurunkan tarif atas ekspor produk pertanian Kanada, termasuk minyak biji kanola, dari 85 persen menjadi 15 persen mulai 1 Maret.

Produk lainnya, seperti bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada, akan dibebaskan dari tarif antidiskriminasi China setidaknya hingga akhir 2026.

“Kesepakatan ini memperbaiki sejumlah persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir,” kata Carney. “Kesepakatan ini sepenuhnya sejalan dengan CUSMA.”

Sumber: Anadolu

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026