Lombok Timur (ANTARA) - Program revitalisasi 46 sekolah di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah rampung dikerjakan di tahun anggaran 2025.

"Program ini menyasar 36 sekolah dasar (SD) dan 10 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 7 kecamatan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Nurul Wathoni saat acara peresmian program revitalisasi satuan pendidikan Tahun 2025 di SDN Lenek di Lombok Timur, Kamis.

Dengan fasilitas yang kini telah tersedia, Kadis Dikbud memberikan tantangan kepada para tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus diikuti dengan peningkatan prestasi siswa.

"Bangunannya sudah bagus, tempat belajar nya sudah nyaman. Sekarang tidak ada alasan lagi," katanya.

Baca juga: Revitalisasi 98 sekolah SD-SMP di Lombok Tengah rampung

Ia mengatakan kepala sekolah harus hebat karena tidak ada guru hebat jika kepala sekolahnya tidak mendukung. Jika sarana sudah lengkap, namun prestasi tidak muncul, maka bupati tentu akan melakukan evaluasi dan pergeseran kepala sekolah.

Ia juga mengapresiasi pola pengerjaan bantuan dari Kementerian yang dilakukan secara swakelola. Hal ini dinilai memberikan dampak ekonomi positif karena melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal di sekitar sekolah dalam proses pembangunannya.

Menutup laporannya, Kadis Dikbud mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjaga komitmen bersama dalam meningkatkan standar capaian pendidikan di Kabupaten Lombok Timur demi mewujudkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Baca juga: Sebanyak 100 sekolah di Pulau Lombok direvitalisasi dengan dana APBN

Sementara itu Ketua Panitia Nur Hidayati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Lombok Timur serta para donatur, khususnya melalui program Classroom Hope. 

"Perbaikan fasilitas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi kesejahteraan mental bagi pengajar dan siswa," katanya.

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan keterbatasan anggaran daerah (APBD) dan pusat (APBN) membuat keterlibatan pihak ketiga seperti Happy Hearts menjadi sangat penting.

"Ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak akan pernah mampu membangun sarana pendidikan sendirian. Jika hanya menunggu APBN dan APBD, sekolah-sekolah tidak akan kunjung terbangun. Sinergi antara pusat, daerah, dan swasta harus tampil bersama," tegasnya.  

Bupati menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi seluruh lapisan masyarakat. 
 
"Pendidikan adalah fondasi utama. Tidak ada gunanya kita membangun jalan atau sarana fisik yang megah jika anak-anak kita tidak memiliki akhlak, moral, dan ilmu," katanya.