Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan program revitalisasi 98 sekolah, baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) pada tahun anggaran 2025 telah rampung dikerjakan.

"Di 2025 sebanyak 98 sekolah telah selesai diperbaiki," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Idham Khalid di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan puluhan gedung sekolah yang diperbaiki tersebut terdiri atas 54 SD, 17 SMP, serta 27 SMA, TK, dan PAUD telah berhasil perbaiki.

"Semua pekerjaan perbaikan sekolah pada 2025 dilaksanakan dengan sistem swakelola," katanya.

Ia mengatakan dalam pelaksanaannya, setiap sekolah membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan yang dipilih langsung oleh pihak sekolah.

Semua telah dilakukan serah terima serta penandatanganan berita acara kepada direktorat masing-masing.

Perbaikan sekolah tersebut bagian dari program revitalisasi pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Total anggaran perbaikan sekolah pada 2025 mencapai Rp100 miliar dengan sasaran utama sekolah yang mengalami kerusakan berat di atas 50 persen.

"Program ini difokuskan pada perbaikan sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan berat," katanya.

Selain bantuan dari pusat, perbaikan sekolah juga dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Tengah, yang sebagian bersumber dari pokok-pokok pikiran DPRD Lombok Tengah.

"Jumlah perbaikan melalui APBD relatif terbatas berupa rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru," katanya.

Ia mengakui kondisi sarana pendidikan di Lombok Tengah masih memprihatinkan. Dari total sekolah, sekitar 70 persen masih dalam kondisi rusak dan 30 persen yang berada dalam kondisi baik.

"Jumlah sekolah yang dalam kondisi baik itu sekitar 30 persen. Itu didominasi SD, untuk SMP tidak banyak," katanya.