Lombok Timur (ANTARA) - Petugas gabungan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari jalan raya wisata Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperlancar arus lalu lintas para pengunjung.
"Tetap hati-hati bagi wisatawan yang akan berlibur ke Sembalun, akibat intensitas hujan terus menerus tanah longsor kembali terjadi di jalan raya Pusuk Sembalun," kata Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nicolas Osman di Lombok Timur, Minggu.
Bencana alam tanah longsor akibat cuaca ekstrem pada Sabtu malam tersebut mengakibatkan arus transportasi sempat macet. Warga bersama anggota TNI-Polri bergotong royong membersihkan material yang menutupi bahu jalan, menggunakan peralatan manual seperti sekop dan cangkul.
Baca juga: Longsor tutup akses menuju lokasi wisata Lombok Timur
Untuk mengembalikan kondisi jalan agar normal sepenuhnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) untuk meminta bantuan alat berat agar segera dikirim ke lokasi guna membersihkan sisa material longsoran.
"Hari ini kondisi jalan sudah bersih dari material yang menutupi bahu jalan," katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat pada musim penghujan wilayah Sembalun Lombok Timur memiliki potensi tinggi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang.
"Tidak menutup kemungkinan potensi bencana alam berupa tanah longsor dan pohon tumbang masih dapat terjadi selama musim hujan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, unsur Muspika Sembalun telah berkoordinasi dengan Pemda Lombok Timur untuk siagakan alat berat berupa ekskavator guna mempercepat penanganan apabila kembali terjadi longsor maupun pohon tumbang di wilayah tersebut.
"Alat berat tetap disiagakan untuk membersihkan material longsor jika terjadi kembali," katanya.
Baca juga: Satpol PP NTB kawal ketertiban di wisata Sembalun Lombok Timur
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.
"Ada peluang hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini.
Suci mengimbau masyarakat yang berada di kawasan lereng atau daerah dengan topografi curam untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometerologi.
Menurut dia, hujan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana banjir hingga tanah longsor yang dapat membahayakan pemukiman dan merusak lahan-lahan pertanian.
"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," ujarnya.
Baca juga: Tiga rumah di Lombok Timur rusak akibat longsor
Baca juga: Jalan menuju Sembalun Lombok Timur tertutup longsor
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026