Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten, Injourney dan seluruh pihak berkeinginan kuat ajang MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika tidak hanya sukses secara kuantitas tetapi juga sukses secara kualitas.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB usai memimpin rapat koordinasi pengembangan pariwisata antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Injourney, ITDC, BPN, Dewan Nasional KEK, pelaku dan asosiasi wisata NTB di Mataram, Rabu.

Iqbal mengakui ada sejumlah persoalan yang menjadi topik pembahasan dalam pengembangan sektor pariwisata di NTB, untuk kemudian segera dicari solusi dan penyelesaiannya. Di antaranya, ketersediaan hotel, konektivitas penerbangan (maskapai), persoalan lahan di Mandalika, dan lingkungan. Termasuk, juga yang menjadi topik pembahasan, yakni bagaimana mempersiapkan ajang MotoGP Mandalika Oktober mendatang.

"MotoGP ini masih Oktober, masih 8 bulan dari pelaksanaan kita sudah bahas. Kenapa cepat, karena kita ingin menjadikan MotoGP ini benar-benar berkelas, event internasional bukan hanya sukses secara kuantitas tapi juga kualitas," tegas Iqbal didampingi Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono pada wartawan.

Baca juga: Meski MotoGP masih 8 bulan lagi, NTB gaspol benahi Mandalika

Menurut Iqbal, terkait teknis seperti apa persiapan MotoGP 2026 akan dibahas secara kontinu oleh tim yang terdiri dari lintas sektor baik di daerah hingga pemerintah pusat, termasuk persoalan "hosting fee" atau biaya komitmen yang harus dibayarkan oleh tuan rumah kepada Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP.

"Hosting fee itu menjadi kesepakatan kita bersama untuk di diskusikan dengan pemerintah pusat. Tetapi kita sudah memahami persoalan nya dan itu isu pertama yang akan kita perjuangkan sama-sama ke depan dengan pusat," ujar Iqbal.

Baca juga: Deretan bintang MotoGP serbu Sirkuit Mandalika Lombok

Sementara Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono menegaskan penyelenggaraan event merupakan salah satu katalis penting dalam pembangunan destinasi wisata. Ajang internasional seperti MotoGP tidak hanya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga berpotensi mendatangkan investor.

"Karena itu, keberlanjutan penyelenggaraan event kelas dunia perlu terus dijaga sebagai daya tarik pariwisata Indonesia, termasuk memberikan dampak ekonomi bagi daerah," katanya.

Diketahui Dorna Sports telah resmi merilis kalender MotoGP 2026, dengan total 22 seri balapan yang digelar di berbagai belahan dunia. Musim baru akan dibuka di Sirkuit Buriram, Thailand, pada akhir Februari dan ditutup di Valencia, Spanyol, pada November. Sementara, Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2006.

Baca juga: ITDC dan KPKNL gelar lelang amal untuk penurunan stunting

Baca juga: MotoGP 2025 tahan laju penurunan hunian kamar hotel di NTB