Lombok Tengah (ANTARA) - Sejumlah pembalap MotoGP hadir langsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada program pembinaan balap kelas dunia ke Indonesia melalui kolaborasi Pertamina Enduro dengan VR46 Riders Academy, 27–30 Januari.
"Kegiatan ini diikuti oleh para pembalap MotoGP yang merupakan VR46 Raiders Academy," kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria di Lombok Tengah, Selasa.
Adapun pembalap MotoGP yang hadir pada acara tersebut di antaranya Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Luca Marini, Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Celestino Vietti, Andrea Migno, dan Matteo Gabarrini.
"Kehadiran program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Pertamina Mandalika International Circuit sejalan dengan visi Mandalika sebagai pusat pengembangan motorsport nasional berstandar dunia," katanya.
Baca juga: Dua pembalap Indonesia masuk panggung MotoGP 2026
Menurutnya, Sirkuit Mandalika tidak hanya dibangun untuk menggelar ajang balap internasional, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan berkelanjutan bagi talenta muda Indonesia.
Mandalika bukan hanya arena kompetisi, tetapi juga tempat pembinaan motorsport. Kolaborasi Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy ini menunjukkan bagaimana ekosistem balap dapat dibangun secara utuh, dari pembalap, mekanik, hingga mentalitas profesional.
"Kami di MGPA sangat mendukung program yang memberi akses langsung bagi talenta muda Indonesia untuk belajar dari standar terbaik dunia,” ujarnya.
Priandhi Satria menambahkan, pemanfaatan sirkuit untuk kegiatan pembinaan seperti ini akan terus diperluas ke depan.
“Semakin sering Mandalika digunakan untuk training, coaching clinic, dan program akademi internasional, semakin besar pula peluang lahirnya pembalap Indonesia yang siap bersaing di level global. Inilah legacy jangka panjang yang ingin kami bangun dari Mandalika,” katanya.
Baca juga: Sirkuit Mandalika selalu hadirkan juara baru MotoGP
Sementara Team Manager VR46 Racing Team Gianluca Falcioni menilai Mandalika memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan balap motor di kawasan Asia.
"Mandalika menawarkan karakter sirkuit dan lingkungan yang sangat baik untuk proses pembelajaran. Program seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun fondasi teknis dan mental yang kuat bagi talenta lokal agar dapat berkembang secara bertahap,” ujarnya.
Di sisi lain, Franco Morbidelli, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyampaikan bahwa proses pembinaan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kemauan belajar.
“Balap motor bukan hanya tentang hasil setiap balapan, tetapi tentang bagaimana seorang pembalap berkembang setiap hari. Memahami motor, tim, dan diri sendiri adalah kunci untuk bertahan dan terus naik level di dunia balap,” katanya.
Pembalap lokal asal NTB Arai Agaska mengatakan pengalaman teman-teman yang pernah mengikuti VR46 Riders Academy sebelumnya benar-benar membuka perspektif dirinya. Mereka tidak hanya cerita soal latihan di lintasan, tapi juga tentang cara berpikir dan bersikap sebagai pembalap profesional.
"Itu yang membuat saya semakin termotivasi untuk bergabung dan belajar langsung di akademi ini,” ujar Arai Agaska, salah satu peserta dari Mandalika Racing Series yang mengikuti program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Mandalika.