Dompu (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memperkuat tata kelola arsip melalui transformasi digital kearsipan dengan mengoptimalkan pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sebagai bagian dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Kepala Dispusip Kabupaten Dompu Muhammad Abduh mengatakan arsip tidak lagi dipahami sekadar sebagai dokumen administrasi, melainkan rekam jejak kerja pemerintahan yang memiliki peran strategis dalam akuntabilitas, pengambilan keputusan, serta pertanggungjawaban hukum.
“Transformasi digital kearsipan sudah menjadi kebutuhan. Melalui SRIKANDI, arsip dikelola lebih tertib, tercatat jelas, dan memiliki jejak audit sehingga mudah ditelusuri serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Abduh kepada ANTARA di Dompu, Senin.
Ia menjelaskan, untuk mendukung kebijakan tersebut Dispusip Dompu telah melaksanakan sosialisasi digitalisasi arsip dan implementasi SRIKANDI pada Kamis (22/1). Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap pengelolaan arsip berbasis digital.
Baca juga: KPU Dompu luncurkan Aplikasi SIAGUS dukung tata kelola administrasi digital
Menurut Abduh, pengelolaan arsip di lingkungan pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum seragamnya pengelolaan persuratan, lemahnya pemberkasan arsip dinamis aktif, serta alur penyerahan arsip yang belum optimal.
“Melalui sosialisasi ini, kami mendorong aparatur memanfaatkan SRIKANDI secara konsisten. Aplikasi ini mendukung SPBE sekaligus memperkuat sistem merit ASN karena seluruh proses administrasi terekam secara digital,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, serta pegawai Dispusip Dompu. Para peserta memperoleh pembekalan terkait persuratan elektronik, disposisi, verifikasi naskah dinas, hingga penataan arsip terintegrasi.
Baca juga: Puluhan wilayah di Dompu masih blank spot jaringan telekomunikasi
Selain aspek teknis, lanjut Abduh, kegiatan itu juga menekankan pentingnya sinergi antara unit pengolah dan unit kearsipan agar arsip selalu tersedia sebagai bahan evaluasi kinerja, alat bukti sah, serta dasar pertanggungjawaban hukum.
Dispusip Dompu juga menyoroti keterkaitan pengelolaan arsip yang tertib dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) pemerintah daerah.
Sebagai tindak lanjut, Dispusip Dompu merencanakan pendampingan langsung ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) disertai pembinaan dan audit kearsipan sesuai ketentuan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Kami ingin pengelolaan arsip di Kabupaten Dompu berjalan tertib dan berkelanjutan,” kata Abduh.
Baca juga: Dompu genjot transformasi digital lewat identitas kependudukan digital
Dispusip Dompu perkuat tata kelola arsip melalui transformasi digital
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh. (ANTARA/Ady Ardiansah)