Mataram (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) fokus mengejar target zero stunting melalui penanganan keluarga berisiko untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru.

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram HM Carnoto di Mataram, Selasa, mengatakan strategi utama yang dijalankan adalah memperkuat pendampingan pada keluarga berisiko stunting (KRS).

"KRS masuk kriteria 4T, yakni terlalu dekat (jarak kelahiran), terlalu sering (melahirkan), terlalu muda (hamil), dan terlalu tua (hamil)," katanya.

Upaya mengejar zero stunting tersebut, katanya, melibatkan tim pendamping keluarga (TPK) dan penyuluh keluarga berencana (PKB).

Baca juga: Angka stunting di Mataram turun jadi 5,84 persen atau 1.200 balita

Pendampingan difokuskan pada tiga kelompok sasaran utama (3B), yakni ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.

"Kuncinya ada di tiga kelompok itu, dan secara keilmuan kesehatan masyarakat, tindakan preventif (pencegahan) jauh lebih penting daripada kuratif (pengobatan)," katanya.

Carnoto mengatakan angka stunting di Kota Mataram berdasarkan rilis Provinsi NTB tahun 2025, sebagai basis evaluasi sebanyak 6,57 persen atau sekitar 1.600 balita. Angka tersebut merupakan angka terendah dari 10 kabupaten/kota se-NTB.

Baca juga: Dukcapil Mataram bersama DWP pastikan balita stunting miliki KIA

Namun, dari data Dinas Kesehatan Kota Mataram berdasarkan data elektronik-pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM), angka stunting Kota Mataram 2025, turun drastis menjadi 5,84 atau sekitar 1.200 balita.

"Untuk masalah data itu bisa dipakai yang mana saja, yang penting tahun 2026, kami fokus untuk nol kasus stunting," katanya.

Karena itu, upaya intervensi yang dilakukan juga dengan pemantauan sejak masa hamil atau 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) agar tidak terjadi anemia atau masalah kesehatan lain yang memicu stunting.

"Walaupun Mataram sudah di bawah target nasional 14 persen, saya pribadi punya cita-cita Mataram harus zero stunting. Jangan sampai ada anak Mataram yang stunting lagi," katanya.

Baca juga: Program Satu Anak Stunting Satu Orang Tua Asuh diterapkan di Mataram
Baca juga: Poliklinik tumbuh kembang anak di Mataram upaya penurunan stunting
Baca juga: Tekan stunting, Dokter spesialis anak dihadirkan di 11 puskesmas Mataram