Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan spesialis tumbuh kembang anak level 3 yang diinisiasi salah satu rumah sakit swasta di kota itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin, mengatakan layanan tumbuh kembang anak level 3 memiliki keunggulan karena melibatkan dokter spesialis sebagai konsultan.
"Layanan itu tidak hanya melibatkan dokter umum atau fisioterapis biasa, melainkan tenaga medis yang memiliki keahlian khusus di bidang tumbuh kembang anak secara mendalam," katanya.
Dikatakan, kehadiran layanan spesialis itu diharapkan dapat menangani berbagai kasus kompleks yang sering dihadapi masyarakat, seperti gangguan pola perilaku, autisme, keterlambatan mental, keterlambatan bicara dan motorik (berjalan), dan lainnya. Bahkan bisa untuk pendampingan kasus stunting, sehingga ada sinergi dengan program pemerintah.
Baca juga: Dinkes-LPA Mataram pastikan layanan kesehatan anak dan perempuan terjamin
Ia menyebut penanganan stunting saat ini menjadi perhatian serius, meskipun layanan serupa sudah ada di RSUD Kota Mataram dan beberapa rumah sakit lain.Namun kehadiran klinik level 3 akan memperkuat cakupan layanan kesehatan bagi warga Mataram.
"Dengan adanya dokter spesialis konsultan, kami tidak perlu lagi merujuk pasien ke luar daerah. Diagnosa yang dibutuhkan sudah bisa dilakukan di Kota Mataram," katanya.
Ia mengatakan dalam hal ini Dinkes berkomitmen terhadap perizinan dan pengawasan dan tugas pemerintah adalah memfasilitasi dan mendorong investasi positif di bidang kesehatan selama memenuhi standar yang berlaku.
Baca juga: Layanan vaksinasi anak saat puasa tergantung sekolah
Karena itu pihaknya menjadwalkan kunjungan untuk memastikan kelengkapan fasilitas klinik tersebut sebelum mengeluarkan rekomendasi perizinan.
"Langkah tegas itu, kami ambil untuk mencegah munculnya layanan kesehatan tidak berizin yang sulit diawasi," katanya.
Dengan adanya izin resmi, kata dia, Dinkes memiliki akses penuh untuk melakukan pembinaan dan pengawasan agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik tanpa diskriminasi.
Baca juga: Angkutan sekolah gratis di Mataram disambut gembira pelajar
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026