Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) tidak memiliki pertahanan yang memadai dalam menghadapi drone Shahed Iran, ungkap laporan The Atlantic, mengutip seorang pejabat kongres.
"Militer AS tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk melawan (drone) Shahed," kata seorang sumber yang dikutip surat kabar tersebut pada Kamis.
Dia menambahkan bahwa Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah mengakui kesenjangan kemampuan AS dalam melawan pesawat tanpa awak tersebut.
Menurut laporan tersebut, AS telah berinvestasi lebih besar terhadap sistem pertahanan berlapis yang dirancang untuk melawan ancaman dari negara-negara jauh seperti China, daripada target jarak dekat seperti Iran.
Baca juga: Iran balas serangan AS-Israel, Rudal dan drone hantam pangkalan di Timur Tengah
Sebelumnya, pada Rabu, CNN melaporkan bahwa Hegseth mengakui dalam sebuah pengarahan tertutup dengan para anggota parlemen bahwa drone Shahed-136 satu arah Iran menghadirkan tantangan yang lebih besar bagi pertahanan udaranya daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Baca juga: Sirene serangan udara berbunyi di Bahrain, Ledakan terdengar
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke berbagai target di Iran, termasuk di Teheran, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan tetapi juga korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalas agresi militer tersebut dengan lserangan ke sejumlah wilayah Israel, dan ke sejumlah pangkalan militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Sumber: Sputnik-OANA
AS tak punya perlindungan memadai hadapi drone Shahed Iran
Sabtu, 7 Maret 2026 7:06 WIB
Arsip - Aparat keamanan dan penyelamat Israel bekerja di lokasi di mana sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Tel Aviv, Israel (1/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing/aa.)
Pewarta : Katriana
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
LPSK tantang tersangka gratifikasi DPRD NTB bongkar aktor lain, siap beri perlindungan
05 February 2026 16:43 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Dewan Keamanan Iran: AS berupaya memecah belah Iran, beberapa tentara ditangkap
08 March 2026 20:43 WIB