Moskow (ANTARA) - Australia dan Jepang sepakat memperluas kerja sama berbagi intelijen, pengembangan senjata bersama, serta koordinasi pertahanan, menurut pernyataan bersama yang dirilis kedua pemimpin pada Senin.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bertemu di Canberra dan menandatangani deklarasi bersama tentang kerja sama keamanan ekonomi.

“Kerja sama pertahanan dan keamanan Australia–Jepang akan diperkuat melalui koordinasi erat kedua negara … Prioritas utamanya mencakup peningkatan berbagi informasi dan intelijen, pengembangan serta produksi bersama kemampuan pertahanan, uji coba peralatan baru, senjata canggih, dan teknologi mutakhir,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga: BRIN berikan hadiah siswa SMP berprestasi di bidang keamanan siber

Selain itu, kedua negara meluncurkan kemitraan strategis di bidang keamanan siber untuk memperkuat pertahanan dan ketahanan digital.

Albanese menegaskan, “Di bawah Kemitraan Siber Australia–Jepang, kami akan bekerja sama menghadapi ancaman siber yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan ketahanan regional, keamanan teknologi penting, dan kolaborasi dengan industri.”

Baca juga: Wamenkomdigi mengingatkan risiko ancaman siber di era AI

Kemitraan tersebut akan didukung oleh Cyber Dialogue tahunan, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Tokyo.

sumber: Sputnik/RIA Novosti