Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sebanyak 2.000 calon tenaga kerja untuk diberangkatkan dalam program magang ke Jepang.

Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqon mengatakan program itu bertujuan memperluas akses kerja global bagi para siswa sekolah vokasi asal NTB.

"Kami melakukan kolaborasi yang melibatkan sekolah, lembaga pelatihan kerja, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat proses tersebut," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Selasa.

Aidy Furqon menuturkan program magang ke Jepang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengintegrasikan pelatihan sejak bangku sekolah, salah satunya melalui pelatihan Bahasa Jepang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang duduk di bangku kelas II semester empat dan lima.

"Dengan strategi itu siswa kami sudah siap secara bahasa saat lulus, sehingga tidak butuh waktu lama untuk berangkat karena mereka kuasai (bahasa) sebelumnya," papar Aidy Furqon.

Baca juga: Pemprov NTB data alumni magang kerja yang pernah ke Jepang dan Korea

Selain magang ke Jepang, Pemprov NTB juga mengintegrasikan sertifikasi profesi bagi lulusan sekolah vokasi maupun siswa kelas III SMK agar mereka tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga punya sertifikat kompetensi yang siap digunakan untuk memasuki dunia kerja.

Pihaknya menyiapkan 1.000 kuota sertifikasi profesi pada tahap awal yang terdiri dari 400 siswa kelas III SMK dan 600 peserta dari luar sekolah.

Baca juga: Pemprov NTB subsidi bunga pinjaman peserta magang kerja ke luar negeri

Lebih lanjut Aidy Furqon menyampaikan kedua kebijakan itu sejalan dengan program nasional bertajuk "SMK Go Global" yang mendorong lulusan sekolah vokasi memiliki daya saing internasional.

"Dunia pendidikan dan ketenagakerjaan harus terintegrasi agar lulusan siap bekerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara," ucapnya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026