Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nusa Tenggara Barat menggelar bimbingan teknis kepada kader keamanan pangan sekolah guna mendukung program strategis nasional membudayakan keamanan pangan di lingkungan satuan pendidikan.
"Ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah pusat untuk keamanan pangan di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Nurul Wathoni di Lombok Timur, Selasa.
Ia mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kesehatan generasi penerus bangsa, karena kondisi saat ini cukup banyak jajanan dijual di sekolah.
"Kesehatan anak-anak harus tetap dijaga, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa," katanya.
Ia juga mengapresiasi BPOM NTB yang menyasar langsung ekosistem sekolah melalui program ini, sehingga makanan yang dikonsumsi anak-anak itu tetap higienis.
"Kesehatan dan kecerdasan anak didik berawal dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari di sekolah," katanya.
Baca juga: Pemkab Lotim beri penguatan legalitas Tanah Ulayat
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap, para kader dapat menjadi agen perubahan yang memastikan jajanan di lingkungan sekolah aman, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya.
"Mari kita tingkatkan kolaborasi dalam meningkatkan sumber daya manusia di Lombok Timur," katanya.
Ia mengharapkan sekolah yang terlibat dalam kegiatan itu segera mengimplementasikan ilmu yang didapat secara berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah alokasi Rp105 miliar revitalisasi sekolah di Lotim
"Kader yang telah dilatih diharapkan mampu melakukan pengawasan mandiri secara berkala, sehingga kasus keracunan makanan atau gangguan kesehatan akibat jajanan tidak sehat dapat dicegah sejak dini," katanya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan BPOM NTB untuk mengawal program ini demi tercipta generasi emas Lombok Timur yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.