Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyalurkan bantuan sosial hari raya keagamaan masing-masing sebesar Rp2 juta kepada 210 KK umat Buddha ber-KTP Badung menjelang peringatan Waisak 2570 BE.

“Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Vihara Dharmayana, Kuta, Badung, Kamis.

Ia mengatakan program itu tercipta karena melihat kondisi masyarakat setempat yang heterogen dengan identitas yang sangat beragam.

Untuk itu, program tersebut dirancang dengan tidak hanya diberikan kepada umat beragama tertentu saja, namun kepada seluruh umat beragama yang diakui di NKRI.

“Semoga bantuan ini juga menjadi perekat toleransi umat beragama di Badung. Kami harus menjadi teladan dalam moderasi beragama,” kata dia.

Baca juga: PPK Kemayoran mendukung perayaan pindapata nasional sambut Waisak

Bupati Adi Arnawa mengungkapkan pihaknya berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung perayaan Hari Raya Waisak.

“Bantuan ini kami harapkan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak baik yang bertentangan norma agama maupun norma hukum misalnya judi online,” ungkap dia.

Baca juga: Menbud Fadli Zon memperkuat pelestarian situs Borobudur sebagai "living heritage"

Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma menjelaskan pihaknya mengapresiasi atas konsistensi Pemkab Badung dalam membantu umat Buddha.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Badung yang telah konsisten memberikan bantuan ini. Dengan kondisi ekonomi sekarang ini yang serba mahal bantuan ini sangat membantu sekali,” jelas dia.