Mataram, 18/11 (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah pertemuan konsultasi bilateral antara Pemerintah Indonesia (RI) dan Bulgaria pada 19-20 November 2009.

         "Dipilihnya NTB menjadi tuan rumah pertemuan internasional itu merupakan bagian dari upaya menjadikan NTB sebagai lokasi wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) untuk mendukung pencapaian target Visit Indonesia Year (VIY)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H. Abdul Malik di Mataram, Rabu.

         Pertemuan internasional itu diselenggarakan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri, yang akan akan dipadukan dengan kegiatan Optimalisasi Promosi Ekspor Indonesia yang dikemas dalam bentuk Forum Konsultasi Bilateral ke-3.

         Khusus pertemuan konsultasi bilateral RI-Bulgaria akan dibahas berbagai perkembangan kerja sama bilateral yang selama ini dijalin di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata dan isu-isu regional dan internasional.

         Delegasi RI akan dipimpin oleh Dirjen Amerika dan Eropa Benny Bahanadewa yang didampingi Duta Besar RI untuk Bulgaria Retno L.P. Marsudi.

         Delegasi Bulgaria akan dipimpin Deputi Menteri Luar Negeri Bulgaria Marin Raykov yang beranggotakan Wakil Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi, Eenergi dan Pariwisata Bulgaria serta  Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia.

         Terkait pertemuan tersebut, delegasi Bulgaria akan melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah daerah dan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, kemudian kunjungan lapangan (field trip) ke sentra industri dan pariwisata Lombok, NTB.

         Malik mengatakan akan ada kunjungan ratusan orang ke Pulau Lombok NTB selaku tempat penyelenggaraan pertemuan konsultasi bilateral RI-Bulgaria selama dua hari itu.

         "Tentu semua pihak di wilayah NTB wajib memberi yang terbaik demi kesuksesan pertemuan internasional itu, terutama rasa aman dan nyaman bagi setiap peserta dan tamu lainnya," ujarnya.

         Malik menambahkan pertemuan internasional itu patut didukung semua pihak karena merupakan ajang promosi potensi pariwisata dan peluang investasi di wilayah NTB.(*)

 


Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026