Taipei, (ANTARA) - Para petani di Taiwan selatan telah mulai melatih babi peliharaan mereka untuk "buang hajat" di jambangan sebagai tanggapan terhadap pembayaran biaya polusi air, kata peternak dan pejabat, Senin.

Untuk mencegah ternak mereka buang hajat di sungai di dekat peternakan mereka, makin banyak petani telah membuat "toilet" khusus yang dipolesi dengan kotoran dan urin untuk menarik perhatian babi, dan para petani mengatakan hasilnya sangat membesarkan hati, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Toilet babi di pertanian saya membantu saya mengumpulkan sebanyak 95 persen kotoran babi, sehingga upaya pembersihan jadi amat, sangat jauh lebih mudah," kata Chang Chung-tou, seorang peternak babi di Kabupaten Yunlin.

Dinas Perlindungan Lingkungan Hidup, yang akan memberlakukan biaya baru bagi pencemaran air pada pertengahan 2010, berencana mendorong peternak lain babi agar mulai melatih ternak mereka untuk "buang hajat di jambangan".

"Selain Yunlin, kami telah meluncurkan percobaan penggunaan toilet babi di kabupaten Changhua di Taiwan tengah. Kami sedang menilai hasilnya," kata seorang pejabat dari lembaga tersebut.

Taiwan, secara keseluruhan, memiliki sebanyak enam juta babi, sebagian besar dipelihara di pertanian di bagian tengah dan selatan negeri itu.

Satu dari lima keluhan mengenai pencemaran air yang diterima badan tersebut adalah mengenai limbah dari hewan ternak.(*)


Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024