Lagi-lagi warga Kapuas keracunan massal usai hadiri pesta perkawinan

Senin, 19 Agustus 2019 10:37 WIB

Mataram (ANTARA) - Puluhan warga Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, harus dilarikan ke RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas untuk mendapatkan pertolongan medis karena diduga keracunan makanan.

Diduga puluhan warga yang mengalami keracunan massal tersebut, usai menyantap makanan pada acara hajatan perkawinan yang digelar oleh salah satu warga setempat, kata Camat Dadahup Randu Ramba di Kuala Kapuas, Minggu (18/8).

“Kebetulan warga kami di Kecamatan Dadahup, tadi siang ada pesta perkawinan seperti biasa. Cuma kami tidak tahu, pada saat perkawinan tidak terjadi apa-apa. Nah setelah habis acara itu, informasi saja mereka ada yang muntah-muntah warga itu,” katanya menambahkan.

Sejumlah warga yang mengalami keracunan tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Dadahup untuk mendapatkan pertolongan medis dengan kondisi fasilitas kesehatan yang ada.

“Karena di sana tempatnya (Puskesmas) kurang, sebagian warga dirujuk ke rumah sakit Kuala Kapuas. Mungkin informasi sementara, jumlahnya di atas 20 sampai 30 lah (korban),” kata Randu Ramba.

Ia menjelaskan, kejadian ini bermula saat warga menghadiri acara pesta perkawinan yang digelar oleh salah satu warga setempat. Usai pesta perkawinan, siang harinya warga yang sebelumnya mengonsumsi makanan di acara tersebut, kemudian muntah-muntah dan disertai dengan pusing kepala.

“Kami tidak tahu muntah-muntah itu akibat apa, nanti mungkin ada tim investigasi yang akan melihat apa penyebab itu. Kami tidak berani memastikan akibat apa,” kata Randu Ramba.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas dr Agus Waloyo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya saat ini, korban keracunan yang ditangani di Puskemas Dadahup sekitar kurang lebih 50 orang korban.

“Untuk kondisi korban yang mengkhawatirkan dan harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rujuk ke RSUD Kapuas, ada sekitar 26 korban. Dan untuk pasien korban keracunan yang sudah datang di rumah sakit ada sebanyak 19 orang,” ucap Agus Waluyo.

Untuk korban yang paling banyak akibat keracunan sendiri, kata Agus, pihaknya belum bisa mengetahui secara detail pasien yang masuk di RSUD Kapuas, apakah banyak orang dewasa maupun anak-anak.

“Laporan terakhir kami terima, dari 19 orang itu memang ada anak-anak dan orang dewasa yang masuk. Namun kita belum mengetahui lagi,” katanya.

Pewarta : Antara
Editor : Ihsan Priadi
Copyright © ANTARA 2024

Terkait

BBPOM Jakarta tingkatkan pengawasan produk makanan minuman jelang Natal

10 December 2024 5:25 Wib

Regionalisasi upaya tingkatkan kapasitas lab dalam pengawasan

06 December 2024 6:26 Wib

Pemkab Lombok Barat salurkan telur dan susu entaskan stunting

02 December 2024 22:51 Wib

1000 Guru dan CIMB membantu makan gratis anak sekolah di NTT

22 November 2024 17:58 Wib

Pemprov NTB ajak masyarakat gemar makan ikan guna cegah stunting

22 November 2024 0:46 Wib
Terpopuler

BKD Jakarta akan identifikasi masalah jabatan yang masih kosong

Kesra - 10 December 2024 5:38 Wib

Pejabat Kemendes terlibat jual beli jabatan akan dicopot

Hukum Kriminal - 10 December 2024 6:59 Wib

Harga saham gabungan hari ini melemah di tengah 'wait and see' rilis data inflasi AS

Ekonomi Bisnis - 10 December 2024 10:10 Wib

Sekolah di Mataram diminta lakukan kesiapsiagaan banjir

Kabar NTB - 10 December 2024 16:26 Wib

DPRD Lombok Utara setujui tiga ranperda tingkatkan pelayanan masyarakat

Kabar NTB - 10 December 2024 18:40 Wib