PT Pegadaian-Bank NTB Syariah bermitra tawarkan produk pembiayaan haji
Minggu, 15 Desember 2019 19:19 WIB
Direktur Utama PT Bank NTB Syariah (kiri tiga), menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto (kanan tiga), terkait penyediaan fasilitas produk tabungan emas dan pembiayaan haji, di Mataram, Jumat (13/12/2019). (ANTARA/HO/Bank NTB Syariah)
Mataram (ANTARA) - PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Bank NTB Syariah dalam menyediakan fasilitas produk tabungan emas sebagai investasi masa depan dan pembiayaan haji bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
"Kerja sama kali ini merupakan perwujudan kinerja perusahaan dalam meningkatkan sistem layanan kepada seluruh nasabah dengan produk-produk unggulan kami," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu.
Kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) NTB tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dengan Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo, di Mataram, Jumat (13/12/2019).
Pegadaian, kata Kuswiyoto, telah berhasil menjalin kolaborasi dengan 256 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, dan Instansi di Indonesia.
Dalam kerja sama penyediaan produk unggulan, Pegadaian menyediakan produk unggulan yang bisa ditawarkan kepada nasabah Bank NTB Syariah berupa tabungan emas, arrum haji, dan arrum saffar (khusus untuk karyawan).
"Nantinya pegadaian akan memberikan penyediaan fasilitas produk dan jasa perseroan," ucap Kuswiyoto.
Menurut dia, adanya kerja sama dengan Bank NTB Syariah juga sebagai langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran, serta fasilitas dan pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan, sehingga dapat mewujudkan "One family, one nation, dan one vision to excellence".
"Kerja sama tersebut juga merupakan langkah awal dalam rangka usaha bersama yang saling
menguntungkan dengan memanfaatkan potensi, keahlian, dan fasilitas yang dimiliki oleh semua pihak dalam rangka mencapai tujuan bersama," katanya.
Ia menyebutkan produk tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas. Produk tabungan emas pegadaian memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya.
Saat ini, tercatat tabungan emas Pegadaian mencapai 4,6 ton dari target sebesar 5,4 ton. Untuk jumlah nasabah tabungan emas tecatat sebanyak 3,6 juta orang atau tumbuh 115 persen dibandingkan pada 2018.
Kuswiyoto menambahkan produk arrum haji adalah pembiayaan untuk mendapatkan porsi ibadah haji secara syariah dengan proses mudah, cepat dan aman.
"Kalau produk arrum safar merupakan pembiayaan berbasis syariah untuk keperluan perjalanan wisata rohani, seperti umroh atau perjalanan wisata halal lainnya, dengan jaminan emas, berlian, atau barang berharga lainnya (sertifikat tanah, BPKB, Atau dokumen yang menunjukkan kemampuan membayar)," katanya.
"Kerja sama kali ini merupakan perwujudan kinerja perusahaan dalam meningkatkan sistem layanan kepada seluruh nasabah dengan produk-produk unggulan kami," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu.
Kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) NTB tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dengan Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo, di Mataram, Jumat (13/12/2019).
Pegadaian, kata Kuswiyoto, telah berhasil menjalin kolaborasi dengan 256 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, dan Instansi di Indonesia.
Dalam kerja sama penyediaan produk unggulan, Pegadaian menyediakan produk unggulan yang bisa ditawarkan kepada nasabah Bank NTB Syariah berupa tabungan emas, arrum haji, dan arrum saffar (khusus untuk karyawan).
"Nantinya pegadaian akan memberikan penyediaan fasilitas produk dan jasa perseroan," ucap Kuswiyoto.
Menurut dia, adanya kerja sama dengan Bank NTB Syariah juga sebagai langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran, serta fasilitas dan pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan, sehingga dapat mewujudkan "One family, one nation, dan one vision to excellence".
"Kerja sama tersebut juga merupakan langkah awal dalam rangka usaha bersama yang saling
menguntungkan dengan memanfaatkan potensi, keahlian, dan fasilitas yang dimiliki oleh semua pihak dalam rangka mencapai tujuan bersama," katanya.
Ia menyebutkan produk tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas. Produk tabungan emas pegadaian memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya.
Saat ini, tercatat tabungan emas Pegadaian mencapai 4,6 ton dari target sebesar 5,4 ton. Untuk jumlah nasabah tabungan emas tecatat sebanyak 3,6 juta orang atau tumbuh 115 persen dibandingkan pada 2018.
Kuswiyoto menambahkan produk arrum haji adalah pembiayaan untuk mendapatkan porsi ibadah haji secara syariah dengan proses mudah, cepat dan aman.
"Kalau produk arrum safar merupakan pembiayaan berbasis syariah untuk keperluan perjalanan wisata rohani, seperti umroh atau perjalanan wisata halal lainnya, dengan jaminan emas, berlian, atau barang berharga lainnya (sertifikat tanah, BPKB, Atau dokumen yang menunjukkan kemampuan membayar)," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024