Mataram, 8/5 (ANTARA) - Masyarakat lingkar Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mendatangi DPRD NTB di Mataram, untuk mendapatkan prioritas dalam perekrutan calon tenaga kerja di lingkungan bandara tersebut.
Puluhan masyarakat Lombok Tengah yang dipimpin H. Muhamad diterima Ketua Komisi III DPRD NTB, Ir. H. Misbah Mulyadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi NTB, Ahmad Baharuddin dan pejabat dari PT Angkasa Pura I di Mataram, Sabtu.
Masyarakat lingkar BIL pada kesempatan itu mempertanyakan kejelasan pengoperasian BIL dan bagaimana tentang perekrutan calon tenaga kerja, sebab banyak masyarakat di lingkar BIL yang ingin mendapat peluang kerja di tempat itu.
H. Muhamad meminta pihak Angkasa Pura I memperioritaskan masyarakat di lingkar BIL dalam perekrutan tenaga kerja , sehingga mereka tidak menjadi penonton di daerah sendiri.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB, Ahmad Baharudin mengatatakan, pembangunan BIL kini telah mencapai 95 persen, namun kapan akan mulai beroperasi masih perlu persiapan yang matang.
Menurut rencana BIL akan mulai dibuka pada Juli 2010 atau paling lambat pada 17 Desember 2010 bertepatan dengan HUT NTB, sehingga hal ini akan menjadi momen bersejaran bagi NTB.
Pembangunan BIL bertujuan untuk mengantisipasi kunjungan wisatawan yang terus meningkat ke NTB terutama setelah berlibur di Bali.
"Kalau BIL sudah beroperasi, wisatawan yang datang ke NTB diharapkan tidak lagi melalui Bali, tetapi langsung dari berbagai negara seperti Australia, Jerman, Belanda dan Jepang, bisa langsung ke NTB" katanya.
Ia menambahkan, saat ini juga sedang diselesaikan pembangunan terminal haji dan tenaga kerja Indonesia (TKI). Jika BIL telah beroperasi bukan hanya untuk wisatawan, tetapi dapat menjadi embarkasi haji yang tidak hanya untuk NTB, tetapi juga daerah lain seperti Bali dan NTT.
Menurut dia, calon haji NTB selama ini masih menggunakan embarkasi antara dengan singgah dulu di Bandara Juanda Surabaya sekitar delapan jam, kemudian baru berangkat ke Jeddah Arab Saudi.
"Jika BIL telah menjadi embarkasi haji, maka calon haji tidak perlu lagi membayar ongkos pesawat ke Surabaya, sehingga secara keseluruhan akan menghemat biaya lebih dari Rp10 miliar setiap musim haji. Warga NTB yang menunaikan ibadah haji rata-rata sekitar 4.500 orang setiap tahun," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026