Mataram, 26/6 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH M Zainul Majdi mengatakan pondok pesantren yang jumlahnya mencapai 521 ponpes dengan santri 167.556 orang berperan strategis dalam memberdayakan ekonomi umat.

  "Dari 521 pondok pesantren (ponpes) di NTB, sebanyak 150 ponpes di antaranya  sudah  memiliki koperasi pondok pesantren (kopontren)," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan  Kakanwil Kementerian Agama  NTB H Lalu Suhaimi Ismy, di Mataram, Sabtu.

  Pada pembukaan  Rapat Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren dan Pengurus Koperasi Pondok Pesantren se-NTB, ia mengatakan salah satu kebijakan pemerintah untuk memajukan ekonomi umat adalah memberdayaan koperasi, serta usaha mikro kecil dan menengah sebagai pelaku ekonomi yang tangguh, unggul, produktif, mandiri dan berdaya saing.

  "Dengan pemberdayaan itu diharapkan mampu berperan dalam memajukan perekonomian daerah dan nasional. Koperasi juga harus dijadikan sebagai soko guru perekonomian rakyat," katanya.

  Menurut dia ponpes dituntut perannya secara optimal dalam mengembangkan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah serta mampu berperan dalam mengembangkan program di tengah berbagai kesulitan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat.

   "Ini penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru serta pengembangan semangat wirausaha mandiri di kalangan masyarakat," katanya.

   Menurut gubernur dilihat dari potensi ponpes di NTB dengan santri yang berjumlah 167.556 orang, tidak dapat dipungkiri merupakan pangsa pasar potensial untuk pengembangan ekonomi dengan berbagai komoditas kebutuhan para santri dan wali santri.

   "Jika dilihat secara makro dari potensi ekonomi daerah, juga tidak dapat dipungkiri bahwa pelaku ekonomi di NTB sebagian besar atau sekitar 90 persen merupakan badan usaha koperasi, serta usaha mikro kecil dan menengah," katanya.

   Potensi yang cukup besar itu, kata dia,  jika dikelola dengan  baik tentu akan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai usaha ekonomi produktif di koperasi umum dan kopontren. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026