Mataram, 29/6 (ANTARA) - Perusahaan air minum Narmada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menargetkan ekspor sebanyak 25 ton air mineral atau air minum dalam kemasan ke Australia selama 2010.
"Nilai transaksi ekspor sebanyak 25 ton air mineral itu diperkirakan mencapai 70 ribu dolar AS," kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Sudarman, di Mataram, Selasa.
Sudarman yang kesehariannya menjabat Sekertaris Disperindag NTB itu tetap berharap target ekspor air mineral ke negeri Kanguru itu dapat dicapai meski sampai 16 Juni 2010 baru terealisasi sebanyak empat ton dengan nilai transaksi 222,30 dolar AS atau 0,31 persen dari target.
Namun nilai transaksi ekspor air Narmada ke Australia pada semester pertama 2010 itu relatif meningkat jika dibandingkan dengan realisasi ekspor 2009.
Selama tahun 2009, perusahaan air minum Narmada mengekspor sebanyak 60 kontainer air minum dalam kemasan ke Australia, dengan nilai ekspor mencapai Rp132 ribu dolar AS.
Nilai ekspor air minum kemasan produk NTB pada 2009 itu tidak sesuai target sebanyak 115 kontainer dengan nilai 253 ribu dolar AS, namun pencapaian targetnya telah melebihi 50 persen.
Penyebabnya, kata dia, selain karena dampak krisis finansial global yang belum berakhir, juga faktor lainnya seperti mekanisme ekspor yang harus melalui pelabuhan ekspor di luar NTB karena daerah ini belum memiliki pelabuhan ekspor.
"Kami tetap optimistis nilai ekspor air mineral akan terus meningkat, dan kami akan terus berupaya memotivasi peningkatkan nilai ekspor air kemasan produk NTB di masa mendatang," ujarnya.
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Narmada merupakan produk NTB yang sudah menembus pasar internasional termasuk di Melbourne, Australia.
"Narmada organik diproduksi menggunakan air dari mata air umbulan khusus ekspor dan dikemas secara khusus pula," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026