Lombok Barat, 26/9 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mendirikan satu posko tanggap bencana di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, untuk memudahkan pemantauan korban angin puting beliung dan banjir di desa tersebut.
Menurut Camat Labuapi Mahnan di Labuapi, Minggu, selain aparat dari Pemkab Lombok Barat, tim penanggulangan bencana dari TNI juga ikut siaga di posko tersebut.
"Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, wadah penyaluran keluhan warga, serta untuk mengantisipasi bencana susulan," katanya.
Dia mengatakan, hingga saat ini dapur umum bagi korban banjir dan angin puting beliung belum ada karena sebagian korban masih bisa menempati rumah mereka kecuali beberapa korban yang rumahnya rusak berat yang memilih mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga terdekat.
"Seperti halnya keluarga Sauni. Akibat dari angin kencang itu rumah yang ditempati sehari-hari rata dengan tanah dan mereka tinggal di rumah keluarganya yang tidak jauh dari lokasi," katanya.
Sebelumnya, Sauni (30), salah seorang korban di Desa Karang Bongkot menyatakan terkejut dengan angin puting beliung yang melanda secara tiba-tiba.
Kondisi itu membuat warga panik dan spontan berteriak sambil keluar rumah dan mengatakan "angin pusut-angin pusut" (angin puting beliung-red) dan warga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Dalam musibah ini, Sauni mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena selain rumahnya roboh beserta perabot rumah, uang senilai Rp5 juta hasil penjualan cidomonya (alat angkut tradisional Lombok) ikut terbawa arus air. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026