Mataram, 29/9 (ANTARA) - Dirjen Bina Marga Joko Mulyanto mengatakan badan kerja sama internasional Jepang atau JICA masih akan melanjutkan program hibah jembatan untuk membuka isolasi perkampungan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

   "Tahun depan masih ada program hibah jembatan dari Pemerintah Jepang melalui JICA, jumlahnya dilaporkan sebanyak 11 unit," kata Mulyanto usai pertemuan koordinasi di ruang kerja Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Rabu.

   Ia mengatakan, JICA telah membangun delapan unit jembatan di jalur lingkar selatan Pulau Sumbawa, terlaksana sejak 20 Februari 2007 hingga Oktober 2008 dengan nilai proyek mencapai 675 juta yen atau sekitar Rp50 miliar.  
Delapan unit jembatan itu dibangun pada ruas jalan provinsi yakni ruas jalan dari Benete, Kecamatan Sekongkang, melewati perkampungan Sejorong, Tatar, hingga perkampungan Lunyuk, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, yang terisolasi dari pusat keramaian.  
Delapan jembatan itu diberi nama Tanaman I berukuran panjang 35 meter dengan konstruksi beton pratekan (span composit PC-1 Girger), tiga unit jembatan beton pratekan lainnya yakni Puna III (23 meter), Tabisu I (24 meter), Tongolaka Sakura (48 meter).

   Empat unit jembatan lainnya dibangun dengan konstruksi konvensional (span RC-T Girder) yakni Tabisu II (20 meter), Tabisu III (22 meter), Tabisu IV (22 meter) dan Tabisu V yang  panjangnya juga 22 meter.    
Dari delapan unit jembatan bantuan Jepang itu, tujuh unit di antaranya merupakan bangunan baru, sementara satu unit lainnya jembatan lama produk kontraktor Indonesia yang direnovasi kontraktor nasional Jepang Hazama Corporation.

   Setelah delapan unit jembatan bantuan JICA itu terbangun, masih ada puluhan kilometer ruas jalan ke permukiman terpencil di Lunyuk (wilayah paling barat Kabupaten Sumbawa Barat) yang membutuhkan jembatan penghubung.

   Menurut perkiraan konsultan Katahira & Engineers International, untuk membuka isolasi permukiman Lunyuk itu dibutuhkan sedikitnya 23 unit jembatan.

   Karena itu, setelah merampungkan delapan unit jembatan di tahun 2008, JICA kembali membangun empat unit jembatan dalam tahun anggaran 2010 yang prosesnya dimulai sejak 2009.

   "Tahun sebelumnya delapan unit jembatan, tahun ini empat unit jembatan dan tahun depan dilaporkan 11 unit lagi, namun masih sedang dibahas dengan pihak terkait," ujarnya.

   Semua jembatan itu, kata Mulyanto, dikerjakan oleh JICA yang mempercayakan kontraktor nasional, Hazama Corporation sebagai pelaksana pembangunan jembatan di Pulau Sumbawa, serta Katahira & Engineers International sebagai konsultan proyek.    
"Kita tidak menerima uang, tetapi barangnya. Jembatan-jembatan itu dibangun oleh mereka," ujarnya.(*)

 


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026