Mataram, 28/10 (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu (GKM) Industri Kecil Menengah (IKM), yang berlangsung di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat pada 2-3 Nopember 2010.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB Heru Erpan Rayes di Mataram, Kamis, mengatakan, penyelenggaraan Konvensi Nasional GKM-IKM 2010 itu akan menambah memotivasi pertumbuhan industri kecil menengah di wilayah NTB.
"Pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga akan membawa keragaman industri kecil menengah dan itu akan memotivasi kemajuan ekonomi nasional," ujarnya.
Ia mengatakan, GKM merupakan salah sistem dalam manajemen usaha yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan mutu produksi guna meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.
Sistem ini dilaksanakan melalui pemasyarakatan cara pandang, analisa dan diagnosa serta solusi sesuatu masalah (inefisiensi, produktivitas rendah dan rendahnya mutu pekerjaan/produk) industri.
Hal ini juga dilakukan di lingkungan kerja seluruh jajaran SDM perusahaan, sehingga dapat membentuk kebiasaan yang diterapkan dalam etos kerja dan budaya produksi kompetitif.
Penerapan/pentradisian GKM di lingkungan IKM ikut mempercepat sosialisasi budaya produksi kompetitif melalui praktik nyata dalam kehidupan perusahaan sehari-hari.
Ini penting dilakukan, sehingga hasilnya akan jauh lebih efektif daripada sistim ceramah teori yang sering terkendala oleh daya-serap peserta dari kalangan IKM.
Selain itu, apabila pemasyarakatan GKM dapat diterapkan semakin meluas di kalangan IKM, hal ini akan berdampak positif bagi kemajuan dan pertumbuhan IKM sebagai pendorong pengetahuan dasar.
Dengan konvensi GKM diharapkan dapat menghasilkan suatu konsep baru meningkatkan mutu dan produktivitas kerja industri/jasa.
GKM dimaksudkan untuk mendayagunakan seluruh aset yang dimiliki perusahaan/instansi terutama sumber daya manusianya secara lebih baik, guna meningkatkan mutu dan produktivitas, nilai tambah serta meningkatkan keuntungan semua pihak termasuk produsen, karyawan, konsumen maupun pemerintah.
"Penerapan GKM, antara lain untuk peningkatan mutu dan nilai tambah, produktivitas sekaligus penurunan biaya, penyelesaian pekerjaan sesuai target," katanya.
Selain itu juga peningkatan moral kerja dengan mengubah tingkah laku, keterampilan dan keselamatan kerja serta peningkatan kepuasan kerja dan pengembangan tim," ujarnya.
Menurut Rayes, NTB sudah siap menyelenggarakan Konvensi Nasional GKM-IKM 2010 yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu.
NTB pun akan memanfaatkan momen nasional itu untuk menayangkan profil produk beberapa kerajinan mulai dari proses sampai selesai sekaligus promosi kawasan wisata andalan.
Selain itu, akan ditampilkan visualisasi hasil temuan/inovasi GKM yang dipadukan dengan pameran produk unggulan kerajinan dan makanan khas NTB.
"Menurut rencana Menteri Perindustrian akan membuka Konvensi Nasional GKM-IKM 2010 yang akan menghasilkan juara gugus kendali mutu dalam berbagai komponen yang ditampilkan peserta dari berbagai daerah itu," ujarnya.
Pada GKM-IKM 2009 yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah, misalnya, juara terbaik I GKM Model ELMA diraih GKM Komponen Logam dari Kabupaten Tegal dan juara terbaik II GKM Model PALDA diraih GKM Kerajinan Kaligrafi dari Kota Semarang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026