Mataram, 23/11 (ANTARA) - Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa melempari gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan telur busuk dan tomat ketika menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah membubarkan universitas diduga ilegal, Selasa.

   Aksi lempar telur busuk dan tomat yang dilakukan massa dari Pergerakan Masyarakat dan Mahasiswa (Preman) NTB tersebut karena kesal dengan para pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, yang tidak berada di kantornya.

   Puluhan aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Mataram yang mengawal aksi unjuk rasa tersebut berupaya menghalau tindakan para pengunjuk rasa. Sempat terjadi ketegangan, namun tidak berujung kekerasan.

   Sebelum para pengunjuk rasa yang dikoordinir Muhammad Yamin, melempar telur busuk dan tomat, mereka terlebih dahulu berorasi di halaman Kantor Dikpora NTB.

   Dalam orasinya, Muhammad Yamin, menilai telah terjadi pembodohan massal yang dilakukan Universitas Harapan Bima (UHBI) dan Universitas Bima Sakti (UBS) dengan cara menggelar kuliah secara ilegal.

   "Berdasarkan peraturan yang berlaku bahwa segala bentuk aktivitas yang dilakukan UHBI dan UBS merupakan kriminal yang dapat merusak citra pendidikan," ujarnya.

   UHBI dan UBS, kata dia, bekerja sama dengan Universitas Tritunggal Surabaya (Unitas) Jawa Timur. Namun, hal itu merupakan kebohongan publik yang dilakukan kampus tersebut.

   Sesuai surat edaran Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) No.595/D5.1/2007 yang ditunjukkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kepala Kantor Regional BKN, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Bupati dan Koordinator Kopertis wilayah 1-XII se-Indonesia perihal larangan kelas jauh tanggal 27 Februari 2007.

   Oleh sebab itu, kata Muhammad, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum melakukan tindakan penyelidikan, penyidikan dan penahanan terhadap pelaku yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.

   "UHBI dan UBS kami anggap "Markus" di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Bima. Kami minta pemerintah, yang punya wewenang segera bertindak karena pada Desember, nanti kampus tersebut akan mewisuda ratusan mahasiswa," ujarnya.

   Para pengunjuk rasa yang tidak berhasil menemui pejabat Dikpora NTB, akhirnya membubarkan diri setelah melempar telur busuk dan tomat. Namun mereka mengancam menggelar aksi serupa jika aparat dan pemerintah tidak menyikapi persoalan tersebut. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026