Mataram, 28/11 (ANTARA) - Pemerintah memprogramkan pemanfaatan panas bumi untuk mendukung kemajuan pariwisata di berbagai daerah, termasuk di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Eko Bambang Sutedjo, di Mataram, Minggu, mengatakan, program pemanfaatan potensi panas bumi untuk kebutuhan pariwisata itu sempat dikemukakan dalam Pertemuan Teknis Pengusaha Panas Bumi dengan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Seluruh Indonesia, yang digelar di Mataram, NTB, Kamis (25/11).
Bahkan, Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbaharukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luluk Sumiarso, yang menjadi pembicara utama dalam pertemuan itu telah mengingatkan berbagai daerah untuk menyiapkan langkah-langkah persiapan pemanfaatan panas bumi untuk kepentingan lain selain sumber energi listrik.
Program pemanfaatan panas bumi untuk kepentingan lain selain penyediaan energi listrik itu dibolehkan undang undang, meskipun sejauh ini belum banyak yang memanfaatkan secara langsung untuk kepentingan pariwisata atau industri pertanian.
"Pak Dirjen dan pembicara lainnya juga mengingatkan Pemprov NTB agar menyiapkan pemanfaatan potensi panas bumi Sembalun untuk mendukung kemajuan pariwisata, selain untuk penyediaan energi listrik. Misalnya, permandian air panas dan untuk kebutuhan pertanian," ujarnya.
Dirjen Energi Baru Terbaharukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM juga menyayangkan jika potensi panas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk beragam kegunaan malah dibiarkan.
Eko mengatakan, pemanfaatan panas bumi Sembalun untuk kebutuhan lain selain penyediaan energi listrik itu masih harus dikoordinasikan dengan instansi terkait agar ada kesamaan visi.
"Nanti dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk menyiapkan langkah-langkah nyata, saya kira itu sangat bagus karena daerah di sekitar Sembalun merupakan kawasan potensial pariwisata," ujarnya.
Kini, pemanfataan potensi panas bumi Sembalun, Lombok Timur, NTB, untuk penyediaan energi listrik baru akan memasuki tahapan lelang sehingga diperkirakan tahapan ekplorasi dan ekploitasi baru akan terealisasi di tahun 2012.
Untuk tahap awal pemanfaatan panas bumi Sembalun berkapasitas 20 MWe dari potensi energi listrik yang berkisar antara 75-100 MWe, sesuai hasil survei geosain yang dilakukan pihak-pihak terkait bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tahun 2007 dan 2008.
Sejumlah pihak termasuk tim peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga telah melakukan serangkaian kajian terhadap potensi energi panas bumi di wilayah NTB.
Selain Sembalun, potensi energi panas bumi di wilayah NTB juga terdapat di Hu'u dan Maronge di Pulau Sumbawa.
Jumlah potensi panas bumi pada ketiga daerah tersebut mencapai sekitar 144 Mwe yang terdiri atas potensi hipotetik sekitar 74 Mwe, dan kemungkinan potensi 70 Mwe.
Manifestasi yang ditunjukkan daerah tersebut setelah melalui pengukuran temperatur permukaan berkisar antara 350 - 820 derajat celsius.
Potensi panas bumi terbesar berada pada lapangan panas bumi Sembalun (kawasan gunung berapi Rinjani).
Manifestasinya berupa sumber air panas dan alterasi. Ketiga sumber air panas itu Aik Kukusan, Aik Kalak dan Aik Sebu yang muncul di luar dinding kaldera Sembalun pada batuan lava, sedangkan alterasi berada di dalam dinding kaldera dekat hulu sungai Orok.
Sementara manifestasi lapangan panas bumi Maronge, berupa airpanas dengan suhu 35-86 derajat celsius, lapangan solfatar, fomarol dan tanah panas, perkiraan suhu bawah permukaan berdasarkan Na/Li Geothermometer berkisar antara 150-200 derajat celsius.
Sedangkan potensi lapangan panas bumi Hu'u, yang terletak dalam jalur gunung api Tersier bersusun basalt, andesit dan dasit, itu diperkirakan mencapai 69 MWe. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026