Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. M. Zainul Majdi, menekankan pola hidup sehat untuk memerangi pandemi HIV/AIDS yang semakin mencemaskan kehidupan masyarakat.

   "Upaya penting yang harus dilakukan sejak dini dalam memerangi pandemi HIV/AIDS yakni memperhatikan pola hidup sehat dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat," kata Zainul saat memimpin upacara memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Mataram, Rabu.

   Peringatan HAS di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 1 Desember 2010 itu terpusat di halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, yang dipadukan dengan senam bersama jajaran Pemprov NTB.

   Zainul juga menekankan penguatan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan terhadap HAM dalam memerangi pandemi HIV/AIDS sebagaimana tema peringatan HAS 2010 yakni Akses Universal dan Hak Azasi Manusia (HAM).

   "Dengan mempromosikan pemenuhan HAM maka orang yang terinfeksi HIV dapat hidup bebas dari stigma dan diskiriminasi sehingga jumlah infeksi baru dapat terus ditekan karena semakin banyak mata rantai penularan yang dapat diputus," ujarnya.

   Menurut gubernur dari kalangan ulama itu, penularan HIV/AIDS sudah menjadi ancaman besar, bukan hanya bagi daerah, bangsa dan negara, tetapi juga bagi peradaban umat manusia.

   Ancaman HIV/AIDS mampu menimbulkan dampak yang sangat luas, bahkan dapat berakibat hilangnya sebagian generasi penerus bangsa.

   "Karena itu, semua pihak berkewajiban memberikan perhatian dan simpati kepada penderita HIV/AIDS karena mereka juga memiliki hak yang sama sebagai manusia," ujarnya.

   Data versi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTB, kasus HIV/AIDS di wilayah NTB dalam tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai 370 kasus sampai posisi September 2010.

   Pengidap HIV di tahun 2006 sebanyak 15 orang dan AIDS sebanyak 36 orang, meningkat menjadi 21 orang pengidap HIV dan 57 orang AIDS di tahun 2007.

   Di tahun 2008, pengidap HIV terdata sebanyak 137orang dan pengidap AIDS bertambah menjadi 83 orang, termasuk enam orang yang semula hanya terindikasi mengidap HIV. 

   Di Tahun 2009, pengidap HIV/AIDS terdata sebanyak 289 orang termasuk enam 70 orang yang meninggal dunia.

   Kini, pengidap HIV/AIDS telah mencapai 370 orang, terdiri dari pengidap AIDS sebanyak 160 orang dan pengidap HIV sebanyak 160.

   Dari 160 orang pengidap AIDS itu, sebanyak 99 orang diantaranya sudah meninggal dunia, sisanya 61 orang masih hidup namun kondisi tubuhnya terus melemah.

   Pengidap HIV/AIDS di wilayah NTB terbanyak berusia 25-29 tahun kemudian usia 30-34 tahun dan usia 20-24 tahun.

   Para pengidap HIV/AIDS itu terbanyak berdomisili di Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB kemudian Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026