Mataram,  (ANTARA) - Tingkat hunian kamar hotel bintang di Nusa Tenggara Barat pada Desember 2010 tercatat sebesar 53,26 atau meningkat 2,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 51,04 persen karena meningkatnya kunjungan wisatawan.

   "Meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Desember 2010, erat kaitannya dengan liburan natal dan tahun baru," kata Kepala Badan Pusat Statistik NTB, H. Soegarenda, di Mataram (1/2).

   Berdasarkan kelas hotel, kata dia, TPK hotel tertinggi dicapai oleh hotel bintang empat yakni sebesar 66,56 persen, diikuti hotel bintang lima sebesar 64,81 persen, hotel bintang tiga 47,83 persen, hotel bintang satu 43,95 persen dan terendah hotel bintang dua sebesar 22,52 persen.

   Soegarenda mengatakan, peningkatan angka TPK juga diikuti oleh meningkatnya jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Desember 2010.

   Jumlah tamu yang menginap pada Desember 2010 sebanyak 26.953 orang atau meningkat 13,29 persen jika dibandingkan November 2010 sebanyak 23.790 orang, sedangkan jika dibandingkan dengan Desember 2009 yang mencapai 20.395 orang, maka mengalami peningkatan 32,15 persen.

   "Meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara bisa ke NTB terjadi pada akhir tahun. Rata-rata kamar hotel bintang terutama yang ada di kawasan wisata Senggigi penuh menjelang tahun baru," ujarnya.

   Ia juga menyebutkan, rata-rata lama (RLM) menginap tamu di hotel bintang pada Desember 2010 tercatat 2,76 hari, mengalami peningkatan 0,04 hari jika dibandingkan dengan RLM pada November 2010 yang mencapai 2,72 hari.

   RLM tertinggi dicapai oleh hotel bintang lima yaitu mencapai 3,42 hari dan terendah pada hotel bintang dua yaitu 2,26 hari.

   "Secara umum, RLM tamu asing lebih tinggi dibandingkan tamu dalam negeri. RLM tamu asing mencapai 3,56 hari, sedangkan tamu dalam negeri 2,58 hari," katanya.

   Soegarenda menegatakan, pihaknya juga akan berupaya untuk melakukan pendataan terhadap tingkat hunian hotel non bintang yang ada di NTB, agar datanya bisa menjadi salah satu indikator gambaran perkembangan ekonomi wisata di daerah ini.

   "Ke depan kami akan upayakan mendata TPK di hotel non bintang. Kami berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga bisa menjalin kerja sama untuk melakukan pendataan," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026