Mataram, 7/3 (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengirim tim penanggulangan dampak bencana banjir di Kecamatan Plampang dan Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa.  
"Kami kirim tim penanggulangan bencana banjir untuk membantu mempercepat penanganannya," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnuddin, di Mataram, Senin.

   Banjir akibat hujan deras melanda kedua kecamatan itu, Minggu (6/3) sore, bahkan hingga tengah malam  banjir masih menggenangi ratusan rumah penduduk.

   Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, merupakan salah satu lokasi yang terparah dalam bencana banjir.

   Laporan yang diterima BPBD NTB menyebutkan banjir itu mengakibatkan 590 unit rumah terendam, tujuh unit rumah roboh dan satu unit rumah hanyut.

   Selain itu, empat unit sekolah dasar dan empat unit masjid terendam, serta 116 hektare sawah yang siap panen juga terendam sehingga terancam gagal panen.

   Gudang penyimpanan beras cadangan pemerintah di Sumbawa Besar, ibu kota Kabupaten Sumbawa, juga terkena banjir hingga sembilan ton beras terancam rusak.

   Banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Sumbawa itu akibat meluapnya air sungai Muer dan Brang Kolong.

   BPBD NTB juga menerima laporan satu  jembatan penghubung Kecamatan Sumbawa Besar dan Plampang putus sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

   Menurut Husnuddin, tim penanggulangan bencana Pemprov NTB itu sudah mulai bekerja hari ini, terutama membantu mengatasi jembatan putus demi kelancaran arus lalu lintas.

   Tim penanggulangan bencana Pemprov NTB itu dibekali berbagai peralatan seperti alat berat, genset, mobil lapangan, kendaraan penyelamatan korban bencana, tenda dan peralatan lainnya.

   "Sudah ada koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, terkait penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Sumbawa itu. Diharapkan, semuanya berjalan lancar agar situasi kembali normal, aktivitas lalu lintas pun diharapkan kembali seperti sedia kala," ujarnya.

   Husnuddin menambahkan, selain mengemban misi percepatan penanggulangan bencana banjir itu, tim Pemprov NTB juga membawa bantuan tanggap darurat berupa 100 dus mi instan, 600 liter minyak goreng dan 600 botol sambal. (*)  


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026