Mataram, (ANTARA) - Badan Kepegawaian Daerah tengah menyiapkan calon pejabat untuk mengisi jabatan penting di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Regional Nusa Tenggara Barat. "Kami siapkan calon pejabat daerah yang dianggap memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti Kementerian Dalam Negeri," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. M. Zaini, di Mataram (12/3). Ia mengatakan, sementara ini baru satu jabatan utama di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terisi, yakni direktur, yang dipercayakan kepada mantan Sekretaris Daerah (Sekda) H. Abdul Malik. Malik menjabat Direktur IPDN atas usulan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, pada akhir 2010. Malik menjabat Sekda NTB sejak awal 2008 hingga 10 November 2010 dan sempat diperpanjang dua kali ketika memasuki usia 56 tahun. Setelah itu, Malik dialihkan ke Kementerian Dalam Negeri hingga ditetapkan sebagai Direktur IPDN sekaligus dosen di lembaga pendidikan tersebut. "Masih ada jabatan Asisten Direktur IPDN Regional NTB dan jabatan lainnya yang belum terisi, sehingga kami menyiapkan calon-calonnya sesuai petunjuk teknis dari Jakarta," ujarnya. Zaini mengatakan, Direktur IPDN Regional NTB itu akan dibantu oleh tiga orang asisten direktur (Asdir). Para calon Asdir IPDN NTB itu merupakan kalangan akademis yang bergelar doktor dan dianggap mumpuni. "Sudah ada beberapa nama yang layak menjadi Asdir IPDN Regional NTB. Demikian pula jabatan lainnya seperti tiga kepala bagian (kabag) dan delapan kepala seksi (kasi), yang belum terisi," ujarnya. Zaini mengakui, pengisian jabatan penting di IPDN Regional NTB itu harus segera terealisasi karena aktivitas perkuliahan akan dimulai 21 Maret mendatang. Ia mengatakan, pada 17 Maret nanti akan datang 150 orang praja muda untuk menjalani aktivitas perkuliahan di IPDN Regional NTB. Praja muda itu sudah menjalani kuliah semester I di IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat dan akan melanjutkan semester II di IPDN Regional NTB. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026