Mataram, 13/3 (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional  menetapkan H Muazzim Akbar sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nusa Tenggara Barat, hasil Musyawarah Wilayah III, yang digelar 18-19 Desember 2010.

   Ketua Panitia Musyawarah Wilayah (Muswil) III Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) M Hadi Sulton, di Mataram, Minggu, mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN telah menetapkan H. Muazzim untuk memimpin PAN NTB periode 2010-2015.

  "Hasil penetapan itu diumumkan dalam rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (10/3) lalu, dihadapan pihak-pihak terkait, termasuk para kandidat yang bertarung pada Muswil III PAN NTB," ujar Sulton.

  Ia mengatakan, hasil penetapan DPP PAN itu diumumkan oleh Ketua DPP PAN Cyril Raoul Hakim, selaku Ketua Tim Penyelesaian Masalah Muswil III PAN NTB, dalam pertemuan koordinasi yang juga dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Muswil dan Ketua Pengarah Muswil PAN NTB.

  Dua orang kandidat yang meraih suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilihan Ketua Formatur pada Muswil III PAN NTB, yaitu H Muazzim Akbar dan H Ali Ahmad, juga hadir dalam pertemuan tersebut.

  "Kami juga diarahkan oleh pengurus DPP untuk menyosialisasikan penetapan hasil Muswil PAN NTB itu, agar diketahui semua pengurus PAN di wilayah NTB," ujarnya.

  DPP PAN menjadi penentu hasil Muswil III PAN NTB karena terjadi "deadlock"  saat pemilihan ketua formatur pada 19 Desember 2010.

  Pemilihan Ketua Formatur yang secara otomatis akan menjadi Ketua DPW PAN NTB periode 2010-2015 itu, diikuti empat kandidat, yaitu Muazzim Akbar,  H Ali Ahmad,  HA Jabir dan Diyanul Hayezi SE.

  Muazzim merupakan kader PAN NTB yang sehari-harinya menjadi memimpin Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB.

  Selama menjadi pengurus PAN, Muazzim juga pernah menduduki posisi strategis, seperti pada kepengurusan awal PAN NTB di tahun 1998 dipercaya menduduki posisi bendahara umum hingga 1999.

  Pada kepengurusan DPW PAN NTB periode 1999-2004, Muazzim menjadi wakil ketua, yang berlanjut selama hampir dua periode.

  Sementara Ali Ahmad merupakan anggota DPRD NTB dari PAN sejak 2004 dan HA Jabir merupakan Ketua DPW PAN NTB periode 2005-2010 yang juga mantan Wakil Bupati Sumbawa serta Diyanul Hayezi SE yang juga pengurus DPW PAN NTB.

  Para pemilihan putaran pertama Muazzim meraih dukungan sebanyak 62 suara dan Ali Ahmad meraih 37 suara. Sisa 43 suara dari total 142 suara atau pemilih dalam Muswil DPW PAN NTB itu diraih Jabir dan Diyanul.

  Muazzim dan Ali Ahmad kemudian bertarung dalam pemilihan putaran kedua, namun belum sempat dilakukan penghitungan suara karena terjadi ketegangan akibat sebagian pemilih meninggalkan ruang sidang.

  Pimpinan sidang pun tidak dapat melanjutkan tahapan penghitungan suara karena tidak memenuhi kuorum, hingga dinyatakan "deadlock".

  Permasalahan dalam Muswil DPW PAN NTB itu kemudian diambil alih DPP dan kedua kandidat yang bertarung dalam putaran kedua itu diminta untuk menandatangani kesepakatan bersama di depan notaris, yang isinya sepakat untuk menerima keputusan DPP.

  Sulton mengatakan, pada Rabu (16/10) aka digelar rapat koordinasi di Sekretariat DPP PAN dengan agenda penyusunan pengurus DPW PAN NTB.

  "Pengurus DPP juga akan hadir dalam rapat itu, selain pengurus DPW NTB dan DPD dari kabupaten/kota," ujar Sulton yang pada kepengurusan DPW PAN NTB periode 2005-2010 sebagai sekretaris. (*/Devi) 

 

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026