Mataram, 31/5 (ANTARA) - Kasus HIV/AIDS di wilayah Nusa Tenggara Barat terus bertambah dan dalam lima tahun terakhir ini sudah 449 orang yang tertular, dan 119 orang diantaranya telah meninggal dunia.

   "Sampai posisi April 2011 sudah 449 orang tertular terdiri dari 241 orang penderita HIV dan 208 orang penderita AIDS," kata Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)H. Soeharmanto, di Mataram, Selasa.

   Ia mengatakan, dari sebanyak 208 orang penderita AIDS sebagian besar atau sebanyak 119 orang (57,2 persen) telah meninggal dunia. Sebanyak 89 orang atau 42,8 persen masih hidup dalam kondisi memprihatinkan.

   Pengidap HIV di 2006 terdata sebanyak 63 orang dan AIDS sebanyak 36 orang, meningkat menjadi 112 orang pengidap HIV dan 57 orang AIDS di 2007.

   Pada 2008, pengidap HIV terdata sebanyak 137 orang dan pengidap AIDS bertambah menjadi 83 orang, termasuk enam orang yang semula hanya terindikasi mengidap HIV.  
Pada 2009 pengidap HIV terdata sebanyak 167 orang dan pengidap AIDS bertambah menjadi 128 orang.

   Pada 2010 bertambah lagi menjadi 212 orang penderita HIV dan sebanyak 173 orang penderita AIDS.

   Sampai April 2011 terdata sebanyak 241 penderita HIV dan 208 penderita AIDS, sehingga terjadi penambahan 29 orang penderita HIV dan 35 orang penderita AIDS hanya dalam empat bulan terakhir ini.

   Pengidap virus HIV/AIDS di wilayah NTB itu terbanyak berusia 25-29 tahun kemudian usia 30-34 tahun dan usia 20-24 tahun.

   Ditinjau dari jenis kelamin, penderita HIV/AIDS sampai April 2011, masih didominasi oleh kaum laki-laki yakni 63,25 persen dan kaum perempuan 36,75 persen.

   Sementara persentase komulatif kasus HIV/AIDS berdasarkan faktor risiko sampai April 2011, juga masih didominasi oleh mediator hubungan seksual yakni 47,21 persen heteroseksual dan 6,45 persen homoseksual. Sisanya, akibat perinatal (warisan ibu) dan penggunaan jarum suntik.

   Para pengidap HIV/AIDS itu terbanyak berdomisili di Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB kemudian Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

   Soeharmanto mengakui, kasus HIV/AIDS di NTB sudah sangat mencemaskan sehingga perlu disikapi semua pihak.

   Angka pengidap HIV/AIDS sebanyak 449 orang itu merupakan isyarat bahwa kasus penyakit mematikan itu sudah sedemikian rupa di wilayah NTB.

   Karena itu, kata Soeharmanto, semua pihak harus mendukung kampanye anti narkoba di sekolah dan kampus, terutama peran para pendidik dalam memberikan kesadaran kepada generasi muda.

   "Nanti malam akan digelar renungan HIV/AIDS di Aula Kantor BKKBN NTB, semoga berdampak pada upaya pencegahan penularan virus memastikan itu hingga masa medatang," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026