Mataram, 10/7 (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat menjadikan lapangan kantor gubernur sebagai rumah sakit lapangan untuk menampung para pasien Rumah Sakit Umum Provinsi yang tidak tertampung di sejumlah rumah sakit umum setelah rumah sakit propinsi itu terbakar.

   "Hanya di lapangan Bumi Gora (lapangan Kantor Gubernur NTB) yang strategis untuk membangun tenda darurat. Lokasi ini juga bersebelahan dengan rumah sakit yang terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnuddin, ketika memantau proses evakuasi pasien Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, yang terbakar Minggu, sekitar pukul 14.30 WITA.

   Ia belum bisa memastikan berapa jumlah tenda darurat yang akan dibangun, namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) NTB, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut, kepolisian serta instansi terkait untuk mengeluarkan seluruh tendanya.

   "Pokoknya semua sumber daya yang ada kita keluarkan untuk menangani para pasien yang tidak tertampung di rumah sakit umum. Ada dari PMI, Dinas Sosial, TNI AD, AU dan AL serta dari Polda NTB," ujarnya.

   Ia juga sudah meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) NTB, untuk membantu pihaknya mendirikan tenda darurat.

   "Hari ini tenda sudah kami bangun meskipun baru beberapa unit. Nanti dari instansi lain menyusul," ujarnya.

   Selain mendirikan tenda darurat, kata dia, pihaknya juga akan ikut membantu mengamankan aset RSUP NTB yang dipindahkan ke Gereja Katolik Santa Maria Immaculata dan di Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) 1606 Lombok Barat.

   Pihaknya, lanjut Husnuddin, juga akan meminta aparat kepolisian untuk sementara menutup jalan protokoler di depan Kantor Gubernur NTB, agar arus lalu lintas tidak menggangu upaya tim medis dalam memberikan perawatan.

   "Jalan ini akan diblokir untuk sementara agar tidak mengganggu para pasien yang dirawat. Selain itu, untuk menjaga keamanan pasca kebakaran karena banyak aset rumah sakit yang harus dijaga," ujarnya.

   Ia mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit lapangan di Denpasar, untuk segera mengirimkan bantuan peralatan, obat-obatan dan tenaga medis.

   "Kami sudah memberikan informasi tentang musibah ini kepada tim rumah sakit lapangan di Denpasar. Mudah-mudahan mereka segera mengirimkan apa yang kami butuhkan. Biasanya cepat, karena mereka juga memiliki pesawat khusus," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026