150 desa wisata di Lotim akan didaftarkan ikuti ADWI 2022

id desa wisata,lombok timur,bupati lombok timur,NTB

150 desa wisata di Lotim akan didaftarkan ikuti ADWI 2022

Pemandangan alam di Desa Wisata Sembalun Lombok Timur (ANTARA/Akhyar)

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara berkomitmen mendaftarkan 150 desa wisata untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang merupakan program dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Pemerintah daerah akan mendaftarkan ratusan desa wisata tahun ini untuk mengikuti anugerah desa wisata Indonesia," kata Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang dikutip melalui dalam keterangan tertulisnya, Rabu

Beberapa desa wisata di Lombok Timur memiliki sejumlah kekhasan, seperti wisata religi, wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam dan sebagainya yang bisa menjadi magnet daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung.

"Desa wisata ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Oleh sebab itu, kata Bupati, pemerintah daerah terus berkomitmen mengembangkan desa wisata dengan meningkatkan infrastruktur saran dan prasarana penunjang serta meningkatkan sumber daya manusia (SDM)

"Pengembangan desa-desa tersebut membutuhkan fasilitas, baik bimbingan maupun materi," katanya.

Untuk itulah, ia berharap kepada masyarakat supaya ikut mendukung pengembangan desa wisata guna mempercepat kebangkitan pariwisata dan pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19.

"Dukungan masyarakat sangat peting dalam mempersiapkan desa wisata tersebut, termasuk dengan berbagai ajang pendukung," katanya.

Untuk diketahui, Anugerah Desa Wisata Indonesia yang merupakan program kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan bisa membantu desa wisata untuk berjuang bangkit di tengah pandemi COVID-19.

Kegiatan ADWI itu juga bisa membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata. Calon desa pendaftar juga tidak hanya bagi desa yang baru, melainkan desa wisata rintisan, berkembang dan maju yang belum mendaftarkan desanya juga bisa mengikuti program ini.