"Tahun ini program paket sembako gratis diperbanyak kegiatannya, namun kegiatan penjualan sembako bersubsidi dikurangi jumlahnya," kata Kepala Disperindag NTB, Hery Erfan Rayes, di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan, program sembako gratis dan penjualan sembako bersubsidi itu merupakan dua jenis kegiatan utama dalam pelaksanaan operasi pasar yang digelar Disperindag NTB sejak beberapa tahun lalu.
Operasi pasar itu digelar untuk menstabilkan lonjakan harga akibat berbagai faktor penyebab, antara lain krisis global finansial yang berdampak pada kemerosotan ekonomi dalam negeri.
Pada tahun anggaran 2008 digelar operasi pasar dengan dukungan dana APBD NTB tahun anggaran 2008 sebesar Rp927 juta, termasuk biaya operasional dan biaya-biaya lainnya, yang mencakup penjualan sembako dengan harga subsisi kepada warga kurang mampu dan penyaluran paket sembako gratis kepada warga tidak mampu.
Penjualan sembako dengan harga subsidi mencakup 16 kegiatan yang mencakup sembilan kabupaten/kota, setiap kegiatan didukung dana subsidi sebesar Rp40 juta, sementara penyaluran paket sembako mencakup tujuh kegiatan.
Setiap jenis sembako yang dijual dalam operasi pasar itu disubsidi sebesar Rp2.000, misalnya harga jual beras di pasaran sebesar Rp5.500 maka dijual dengan harga Rp3.500 karena disubsidi Rp2.000 per kg.
Namun, setiap sasaran penjualan sembako bersubsidi itu hanya boleh membeli satu jenis barang agar dapat mencakup 800 orang setiap pelaksanaan kegiatan operasi pasar itu.
Sementara penyaluran paket sembako gratis yang ditujukan kepada 800 orang sasaran warga tidak mampu, juga didukung anggaran sebesar Rp40 juta setiap kegiatan.
Setiap paket sembako itu berisi empat kilogram beras, dua liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir dan empat bungkus mie instan dan setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli satu paket sembako.
"Untuk tahun anggaran 2009, jumlah kegiatan operasi pasar relatif berkurang sehubungan dengan pengurangan dana APBD di pos anggaran Disperindag NTB," ujar Hery.
Ia mengatakan, dukungan anggaran operasi pasar di tahun 2009 dengan dua jenis kegiatan utama, yakni penjualan sembako bersubsidi dan penyaluran paket sembako gratis, hanya didukung dana APBD sebesar Rp451 juta.
Karena itu, katanya, pelaksanaan operasi pasar pada tahun 2009 hanya 13 kegiatan, terdiri dari empat kegiatan penjualan sembako bersubsidi dan sembilan kegiatan penyaluran paket sembako gratis.
"Meskipun anggarannya berkurang dan jumlah kegiatan operasi pasar berkurang, namun kegiatan penyaluran sembako gratis diperbanyak menjadi sembilan kegiatan dari sebelumnya yang hanya lima kegiatan," ujarnya.
Selain itu, dalam paket sembako gratis itu jumlah beras ditingkatkan menjadi enam kilogram dari semula empat kg, namun jatah minyak goreng dikurangi menjadi satu liter dari semula dua liter setiap paket.
Jatah gula pasir tetap satu kg setiap paket sembago gratis itu, demikian pula mis instan tetap sebanyak empat buah setiap paket.
"Namun sasaran program penjualan sembako bersubsidi dan penyaluran paket sembako gratis itu juga ditingkatkan menjadi 900 orang untuk setiap kegiatan dari semula 800 orang setiap kegiatan," kata Hery.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026