Mataram, 21/11 (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi akan menghadiri Sidang Komunitas Lada Internasional ke-39 yang digelar di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 22-26 November 2011.

  "Wakil Menteri Perdagangan yang akan hadir pada Sidang Komunitas Lada Internasional ke-39 itu, setelah menghadiri pembukaan Forum Ekspor Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Mataram, Selasa (22/11)," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Moh Faozal, di Mataram, Senin.

  Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB itu mengatakan, semula Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang akan menghadiri sidang komunitas lada internasional ke-39 itu, namun batal karena disibukkan dengan tugas penting lainnya.

  Sidang komunitas lada internasional ke-39 itu akan dihadiri delegasi dari negara-negara produsen lada yang tergabung dalam "International Pepper Community" (IPC).

  Pesertanya dilaporkan sedikitnya 100 orang yang berasal dari negara produsen lada anggota IPC (yakni Brazil, India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka dan Vietnam), dan negara produsen lada non-anggota IPC (China, Thailand).

  Importer lada utama dunia serta wakil-wakil organisasi internasional terkait, termasuk diantaranya wakil FAO, juga dilaporkan akan hadir.

  Sidang komunitas lada internasional itu juga akan melibatkan para eksportir lada terkemuka, pejabat pemerintah serta pihak terkait lainnya.

  Sidang tersebut mengagendakan pembahasan perkiraan produksi yang lalu dan tahun-tahun mendatang, masalah standar mutu dan perdagangan lada dunia, sekaligus  merupakan forum pertemuan para ahli teknis produksi dan perdagangan lada.

  Pokok bahasan lainnya yakni berbagai aturan-aturan perdagangan lada, permintaan (demand) lada saat ini dan trend di masa mendatang, serta pola konsumsi dunia.

  "Delegasi dari enam negara angota IPC dan dua negara non-IPC itu juga akan membahas berbagai permasalahan yang dihadapi petani lada, seperti harga di tingkat petani yang rendah, penyakit dan hama lada, serta rendahnya harga lada di pasar internasional," ujarnya.

  IPC merupakan pertemuan internasional yang beberapa kali dilaksanakan di Indonesia. Tahun 2005 di Bali, dan tahun 2011 di NTB.

  NTB dipilih sebagai tuan rumah sidang IPC ke-39 karena pemerintah ingin menjadikan NTB sebagai salah satun daerah potensial pengembangan lada di masa mendatang, selain mengoptimalkan potensi di sektor pariwisata.

  Penyelenggaraan sidang komunitas lada internasional di wilayah NTB itu akan memotivasi petani dan pelaku usaha lada untuk terus mengembangkan komoditas bernilai ekonomis yang cukup menjanjikan itu.

  Diharapkan, petani lada di NTB makin semangat, pengusaha pun makin giat, karena kehadiran pengusaha lada dunia di NTB akan berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi nasional dan daerah. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026