Mataram, 5/12 (ANTARA) - Dana Alokasi Khusus bidang Pekerjaan Umum untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus bertambah sejak tiga tahun terakhir, karena pemerintah menghendaki terjadi percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

  "Ada peningkatan nilai Dana Alokasi Khusus untuk NTB setiap tahun anggaran meskipun belum signifikan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dwi Sugiyanto, di Mataram, Senin.

  Ia mengatakan, Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012 bidang Pekerjaan Umum (PU) yang dialokasikan untuk Provinsi NTB mencapai Rp40 miliar, atau meningkat sekitar Rp5 miliar jika dibandingkan dengan DAK 2011 yang mencapai Rp35 miliar.

  DAK 2011 pun lebih banyak dari DAK 2010 untuk Provinsi NTB, sehingga ada kecenderungan peningkatan dukungan DAK untuk NTB dalam tiga tahun terakhir ini.

  "Dari Rp40 miliar itu, sebesar Rp20,7 miliar diperuntukkan bagi pengembangan Sumber Daya Air (SDA), dan sebesar Rp19,3 miliar untuk infrasruktur jalan dan jembatan," ujarnya.

  Dukungan DAK 2012 untuk infrasruktur jalan dan jembatan di wilayah NTB itu, lebih banyak dari 2011 yakni sebesar Rp18 miliar untuk jangkauan ruas jalan sepanjang 13 kilometer.

  Pada 2010 dukungan DAK untuk infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah NTB yang mencakup Pulau Lombok dan Sumbawa hanya sebesar Rp9 miliar.

  "Tentu kita (NTB, Red) berharap, dukungan DAK untuk NTB terus meningkat setiap tahun agar upaya penataan infrastruktur dasar terlaksana sesuai rencana, mengingat NTB merupakan bagian dari wilayah pengembangan ekonomi Koridor VI dalam MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)," ujarnya.

  Selain DAK, dukungan anggaran percepatan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah NTB juga bersumber dari APBD tahun jamak yang dimulai sejak 2011 hingga 2013, yang total nilainya hampir setengah triliun rupiah.

  Dwi mengatakan, program percepatan itu berupa proyek kemantapan jalan provinsi sepanjang 322 kilometer baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, dengan dukungan anggaran sebesar Rp499,8 miliar.

  Untuk Pulau Lombok ditargetkan kemantapan jalan sepanjang 134 kilometer yang menyebar di lima kabupaten/kota, sedangkan untuk pulau Sumbawa, panjang jalan yang akan dikerjakan sepanjang 184 kilometer yang juga tersebar di lima kabupaten/kota.

  Dana hampir setengah triliun rupiah itu bersumber dari APBD Provinsi NTB yang dialokasikan sejak 2011 hingga 2013, dan telah diperkuat dengan perda yang telah disetujui DPRD NTB pada 16 Desember 2010.

  Dari perda percepatan pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang dikategorikan strategis untuk menunjang pembangunan daerah itu, kemudian diterbitkan Keputusan Gubernur Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengalokasian Ruas Jalan dan Masing-masing Besaran Anggaran.  

  Pada 2011, dialokasikan sebesar Rp100 miliar untuk progres 25 persen dari total jalan sepanjang 322 kilometer, dan selebihnya atau sebesar Rp399,8 miliar dialokasikan untuk progres 75 persen di 2012 dan 2013.

  Dalam naskah Rancangan APBD NTB 2012, alokasi dana untuk kelanjutan program percepatan pembangunan infrastruktur jalan itu mencapai Rp250 miliar, sehingga sisanya sebesar Rp149,8 miliar lainnya akan teralokasi di 2013.

  Data versi PU Provinsi NTB, pada 2008 ruas jalan provinsi di wilayah NTB terdata sepanjang 1.772 kilometer, terdiri dari 672 kilometer (41 persen) di Pulau Lombok dan 1.099 kilometer (59 persen) di Pulau Sumbawa.

  Kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB baru 44,25 persen atau 784 kilometer. Khusus di Pulau Lombok mencapai 69 persen dan di Pulau Sumbawa 33 persen.

  Sampai akhir 2010 tingkat kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB mencapai 46,95 persen atau baru 832 kilometer, atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,7 persen atau 48 kilometer setiap tahun.

  Karena itu, ditempuh program percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan target kemantapan jalan provinsi di wilayah NTB secara keseluruhan mencapai lebih dari 60 persen.

  "Di akhir 2013 diharapkan terjadi kemantapan jalan sepanjang 1.160 kilometer atau 60,78 persen, dan jika dukungan anggaran pusat tetap berlanjut maka ditergetkan akan ada ruas jalan sepanjang 1.206 kilometer atau 68,1 persen jalan mantap setelah 2013," ujar Dwi.  (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026