"Penanganannya dipercepat, begitu tahu ada tanah longsor tim PU langsung bergerak ke lokasi dan menanganinya hingga tuntas," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dwi Sugiyanto, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, pada Senin (5/12) terjadi bencana tanah longsor hingga menutupi sekmen tertentu pada ruas jalan Rembiga-Pemenang, tepatnya di kilometer 12,4 kawasan hutan Pusuk.
Tim PU mengerahkan alat berat ke lokasi hingga menuntaskan permasalahan kecamatan lalu lintas akibat bencana tanah longsor itu, setelah semalam suntuk menyingkirkan material longsoran berupa tanah dan akar pohon.
"Semalam suntuk penanganannya, agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas hingga berhari-hari, di jalan akses nasional itu. Memang, daerah Pusuk merupakan salah satu daerah rawan bencana tanah longsor di setiap musim hujan," ujarnya.
Dwi mengaku juga telah menyikapi bencana tanah longsor yang terjadi di sekmen lainnya di kawasan hutan Pusuk yang juga menutupi badan jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan utama dari Mataram ke Pemenang, Lombok Barat itu.
Bencana tanah longsor itu terjadi saat guyuran hujan deras pada Rabu (7/12) siang hingga petang, namun hanya di sekmen tertentu.
"Tim PU yang didukung alat berat juga sudah menyikapi masalah itu. Laporannya, sejak siang ini sudah tidak ada lagi kemacetan lalu lintas. Kemarin, petugas telah menyingkirkan sekitar 600 kubik tanah bercampur akar pohon dan material lainnya, dan pada hari ini sekitar 300 kubik," ujarnya.
Dwi mengakui, kawasan hutan Pusuk merupakan salah satu daerah rawan bencana tanah longsor di Pulau Lombok yang dapat menghambat kelancaran transportasi darat, selain Sembalun dan Belanting (Lombok Timur), serta Sekotong (Lombok Barat).
Bahkan, jalan di hutan Pusuk merupakan daerah yang paling rawan tanah longsor karena merupakan kawasan perbukitan, padahal daerah itu menghubungkan Kota Mataram dengan sejumlah kecamatan di Lombok Barat dengan kecamatan yang ada di Lombok Utara.
Jalan di hutan Pusuk itu dilalui tak kurang dari 250 kendaraan besar dan kecil setiap hari, karena merupakan ruas jalan utama.
Kawasan lainnya di Pulau Lombok yang dikategori rawan banjir yakni ruas jalan di kawasan wisata Senggigi hingga Pemenang, Lombok Barat, kemudian Serumbeng, Lembar dan ruas jalan menuju Pelabuhan Laut Lembar.
Senggigi dan Lembar merupakan kawasan yang harus terbebas dari hambatan tanah longsor karena arus lalu lintasnya cukup padat.
Sementara daerah rawan bencana tanah longsor di Pulau Sumbawa, menyebar di lima kabupaten/kota seperti di Labun dan Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026