Mataram, 29/6 (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengatakan, program bedah kampung yang dicanangkan pemerintah di berbagai daerah, masih terus berkelanjutan karena masih ada jutaan rumah tidak layak huni.

  "Ini terus berlanjut karena berjuta-juta rumah tidak layak huni yang harus ditata," kata Salim saat meninjau Dusun Kebun Talo, Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.

  Di lokasi itu, Menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, mencanangkan program bedah kampung, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan puncak peringatan Hari Keluarga XIX, 30 Juni 2012.

  Pencanangan program bedah kampung itu diikuti dengan penyerahan bantuan paket bahan makanan kebutuhan pokok, dan bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.

  Salim mengatakan, program bedah kampung masih diprioritaskan untuk daerah di kawasan Indonesia bagian timur, termasuk di provinsi NTB yang memiliki pendudukan miskin diatas 20 persen.

  Ia menyebut jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia yang akan menjadi sasaran perbaikan mencapai 2,3 juta unit, yang menyebar di berbagai provinsi.

  Namun, ia tidak menghendaki program bedah kampung itu hanya dilaksanakan terkait peringatan Hari Keluarga, tetapi harus terus berkelanjutan tanpa bergantung dapat momentum peringatan hari besar.

  Salim mengapresiasi semangat warga di perkampungan yang menjadi sasaran program bedah kampung, yang tetap mengutamakan semangat gotong royong.

  "Ini yang menyejukkan hati saya, masyarakat dalam pembangunan rumah dalam program bedah kampung, selalu mengutamakan semangat gotong royong. Selain cepat selesai, bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni yang mencapai Rp10 juta/unit bisa utuh diterima," ujarnya.

  Menurut Salim, program bedah kampung itu bukan hanya kegiatan Kementerian Sosial, tetapi juga kementerian terkait seperti Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota.

  Sejauh ini, Kempera telah membantu pendanaan rehabilitasi sebanyak 15 unit rumah, yang menyebar di sejumlah daerah.

  "Keterlibatan banyak pihak dalam program bedah kampung itu, merupakan wujud pembangunan kesetiakawanan sosial. Bukan bagi-bagi uang kepada penerima manfaat tapi kami juga menyerankan terus dipupuknya semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.  (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026