"Buku yang terkumpul nantinya disumbangkan kepada masyarakat pengelola BREC Senaru, sehingga bisa dimanfaatkan, terutama oleh kalangan pemuda dan anak-anak sekolah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mereka," kata Divisi Program Redemption Drop (Re-Drop) Ali Mardani, di Mataram.
Redemption Drop merupakan "team work" berskala global dalam mendorong pencapaian delapan program dunia, diantaranya mengentaskan kemiskinan ekstrem dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua.
Ia mengatakan, pihaknya sudah membangun BREC Senaru berupa "mini hall" atau ruang mini di jalur pendakian Gunung Rinjani, di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
BREC Senaru itu dibangun dengan tujuan sebagai "shelter" atau tempat pendampingan bagi para pendaki Gunung Rinjani dalam memberikan alih pengetahuan dengan memanfaatkan berbagai fasilitas di ruang mini tersebut untuk meningkatkan kemandirian komunitas adat di sekitar gunung tersebut.
Pihaknya sengaja membangun ruang mini tersebut di lokasi yang strategis yakni dekat dengan jalur pendakian sehingga pendaki bisa memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat peristirahatan sebelum atau sesudah melakukan pendakian Gunung Rinjani.
Para pendaki yang memanfaatkan bangunan tersebut diharapkan bisa memberikan pendidikan tentang ilmu pengetahuan baik di bidang teknologi informasi dan komunikasi seperti internet maupun pengetahuan di bidang kesehatan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang disediakan.
Transfer pengetahuan yang diberikan para pendaki khususnya kepada anak-anak, pemuda dan kaum ibu-ibu diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar Gunung Rinjani, tentang teknologi informasi dan komunikasi serta pengetahuan kesehatan.
Pembangunan ruang mini itu merupakan salah satu implementasi program "Expedition of Mountains in Indonesia Through MDGs 2015" Re-Drop dalam mendukung pemerintah mewujudkan Millenium Development Goals (MDGs) di Indonesia, khususnya di NTB.
Ekspedisi gunung dalam koridor MDGs 2015, di lakukan di dusun-dusun pegunungan Indonesia melalui transformasi ide, pengetahuan, teknologi, dan sumber daya lainnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat.
"Program pemberdayaan masyarakat sekitar sekitar Gunung Rinjani sudah dilakukan sejak 2010. Kami sengaja memilih jalur pendakian di Senaru sebagai lokasi pembangunan 'mini hall' karena desa itu memiliki kearifan lokal yang masih terpelihara dan masyarakatnya memiliki motivasi untuk menerima pengetahuan," katanya.
Tim Re-Drop, kata Ali, sudah menjelaskan mengenai BREC Senaru sebagai tempat bersama kepada masyarakat Des Senaru dan para wisatawan yang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani.
Para mahasiswa pecinta alam dari Universitas Jayabaya Jakarta dan Universitas Tribuwana Tunggadewi Malang, serta Universitas Yarsi Jakarta ikut mendukung program pemberdayaan masyarakat sekitar Gunung Rinjani dengan menggalang bantuan buku dan berbagai jenis peralatan.
Selain itu, Mapala dari Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram, juga menyatakan siap membantu penggalangan buku bacaan yang akan menjadi koleksi perpustakaan BREC Senaru.
"Kami juga terus berupaya menggalang partisipasi dari berbagai pihak, terutama kalangan swasta untuk ikut peduli sehingga upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat di sekitar Gunung Rinjani yang merupakan program independen Re-Drop, dapat terwujud," kata Ali. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026