Mataram, 10/8 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sebanyak 1.025 paket sembilan bahan pokok (Sembako) yang akan dibagikan kepada warga kurang mampu secara gratis.

  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB H Lalu Imam Maliki, di Mataram, Jumat mengatakan, paket sembako gratis itu disalurkan ke warga kurang mampu yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di NTB.

  "Penyalurannya dilakukan sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah. Pemberian sembako gratis itu dalam rangka mengurangi beban warga kurang mampu di saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan pada bulan puasa," katanya.

  Ia menyebutkan, paket sembako yang diberikan secara cuma-cuma kepada warga kurang mampu tersebut berisi beras, gula pasir, minyak goreng dan beberapa jenis kebutuhan pokok lainnya.

  Dana pengadaan paket sembako gratis tersebut bersumber dari APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2012, dengan nilai mencapai Rp60 juta.

  Dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut, Imam berharap beban warga kurang mampu bisa berkurang di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah.

  "Kenaikan harga kebutuhan pokok pada bulan puasa hingga menjelang lebaran tidak bisa dihindari. Itu siklus tahunan. Pada momen itu berlaku hukum pasar, di mana permintaan banyak, harga pasti naik," ujarnya.

  Selain menyediakan paket sembako gratis, kata dia, pihaknya juga menggelar kegiatan pasar murah kebutuhan pokok di sejumlah kabupaten/kota di NTB.

  Disperindag NTB sudah empat kali menggelar pasar murah sejak awal Ramadhan 1433 Hijriyah, yakni di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Utara.

  Kegiatan itu bertujuan untuk membantu warga kurang mampu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama beras gula pasir, dan daging yang mengalami kenaikan harga.

  Menurut Imam, pelaksanaan pasar murah kebutuhan pokok digelar bersama sejumlah distributor sehingga harga beli barang relatif lebih murah dibandingkan dengan yang berlaku di pasaran.

  "Kegiatan pasar murah selama bulan puasa tahun ini mencapai belasan kali. Puncaknya nanti menjelang Lebaran Idul Fitri karena pada saat itu harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026